UIN Raden Fatah

Menghidupkan Kembali Tradisi Keilmuan Islam

Bangunan tradisi keilmuan merupakan tonggak penopang dalam membangun sebuah peradaban. Sebagai manusia pertama, Adam As.

Menghidupkan Kembali Tradisi Keilmuan Islam
Jalaluddin

Wilayah kekuasaan Islam beralih dari negeri-negeri berdaulat menjadi negeri-negeri jajahan.

Sebagai bangsa jajahan, masyarakat Muslim seakan mengalami "kehilangan" segala-galanya.

Termasuk kehilangan terhadap kepercayaan diri.

Dalam keadaan terkejut dan tidak berdaya kaum Muslimin di seluruh dunia memberi reaksi yang beraneka ragam kepada gelombang serbuan kultural dari Barat ini.

Pertanyaan yang terberat pada para penganut agama Islam, ialah bagaimana mungkin Ummat Islam yang merupakan para pemeluk kebenaran Ilahi yang final bisa dikalahkan oleh kelompok lain?

Apakah Tuhan telah tidak lagi berpihak kepada hamba-hamba-Nya yang shalih ?

Jika masih berpihak, lalu apa yang sebenarnya terjadi sehingga berdosa dan dihukum dengan kekalahan dan kehinaan ?

Apakah ada yang salah pada Ummat dalam memahami dan mengamalkan ajaran agamanya itu ?

Jika ada, di mana letak kesahahannya dan bagaimana memperbaikinya? (Nurcholish Madjid, 1985).

Keputusasaan ini berlangsung cukup lama, dan berkelanjutan, hingga tradisi keilmuan Islam bagaikan "mati suri."
Pembangunan tradisi keilmuan dalam Islam memang tak dapat dilepaskan dari konsep iqra'.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved