UIN Raden Fatah

Menghidupkan Kembali Tradisi Keilmuan Islam

Bangunan tradisi keilmuan merupakan tonggak penopang dalam membangun sebuah peradaban. Sebagai manusia pertama, Adam As.

Menghidupkan Kembali Tradisi Keilmuan Islam
Jalaluddin

Seandainya tidak terjadi di Eropa Barat Laut bisa terjadi di tempat lain.

Abad modern diperkirakan sangat mungkin muncul setidaknya di dua tempat yaitu Cina (di bawah dinasti Sun yang menemukan kompas dan mesiu, serta melancarkan program industrialisasi pertanian) dan negeri-negeri Islam, yang paling memiliki kesiapan intelektual yang paling tinggi.

Dan mengapa abad modern tidak timbul di lingkungan negeri-negeri Muslim (atau Cina) melainkan di Eropa Barat Laut yang memang merupakan suatu pertanyaan besar.
Padahal Abad Modern itu sendiri merupakan perkembangan lebih lanjut masyarakat berkota Negeri-negeri Islam, ungkap Hodgson dalam tulisannya.(Nurcholish Madjid, 1985).

Lalu mengapa semuanya itu bisa terjadi ?
Sehubungan dengan kasus ini, Hodgson, menduga bahwa masyarakat Islam gagal memelopori kemoderenan karena tiga hal, yakni :

1) konsentrasi yang kelewat besar penanaman modal harta dan manusia pada bidang-bidang tertentu, sehingga pengalihannya ke bidang lain merupakan suatu kesulitan yang luar biasa;

2) kerusakan hebat, baik material maupun mental-psikologis, akibat serbuan biadab bangsa Mongol, dan ;

3) kecemerlangan peradaban Islam sebagai suatu bentuk pemuncakan Abad Agraria membuat kaum Muslimin tidak pernah secara mendesak merasa perlu kepada suatu peningkatan lebih tinggi.

Dengan kata lain, Dunia Islam berhenti berkembang karena kejenuhan dan kemantapan (Nurcholish Madjid, 1985).

Kelahiran Abad Modern itu sendiri memberi pengaruh besar, dan pengalaman yang paling tragis bagi Dunia Islam.

Secara politis, hampir seluruh wilayah kekuasaan Islam beralih menjadi koloni-koloni bangsa-bangsa Eropa.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved