Berita Palembang

HKTI Sumsel Bakal Ajukan Program Unggulan Petani di Sumsel ke Pusat, Serta Turunnya harga Karet 

Bupati Kabupaten PALI ini juga menyatakan HKTI akan berkontribusi masalah karet di Sumsel yang dirasakan tengah

HKTI Sumsel Bakal Ajukan Program Unggulan Petani di Sumsel ke Pusat, Serta Turunnya harga Karet 
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua HKTI Sumsel Ir H Heri Amalindo MM, didampingi Sekretarisnya HM Erwin bersama Ketua HKTI kabupaten/kota yang baru dilantiknya. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumatera Selatan Ir H Heri Amalindo MM, didampingi Sekretarisnya HM Erwin menyatakn segera mengajukan program unggulan di 17 kabupaten/kota se-Sumsel.

"Masing-masing itu akan kita ajukan ke Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat, Pak Moeldoko. Jadi mudah-mudahan setelah pelantikan ini, kami berkonsolidasi, kami kumpulkan apa atensi yang paling besar di daerah masing-masing.

Karena tidak semuanya padi menjadi unggulan, ada pertanian yang lain masing-masing daerah akan kita angkat. Kita bawah untuk mohon bantuan HKTI Pusat untuk memberikan perbaikan pada masyarakat dan petani kita yang ada di daerah," ungkap Heri Amalindo pada pelantikan Dewan Pimpinan HKTI 17 kabupaten/kota se-Sumsel di Musim Cafe Hotel Swarna Dwipa Palembang, Senin (14/5/2018) malam.

Bupati Kabupaten PALI ini juga menyatakan HKTI akan berkontribusi masalah karet di Sumsel yang dirasakan tengah mengalami penurunan harga.

Ia berharap, bantuan dari Ketua pusat Pak Moeldoko yang juga sekarang menjabat Kepala Staf Kepresidenan mungkin bisa kasih acuan patokan harga untuk Provinsi Sumsel. 

Dirinya mencontohkan, seperti emas itu ada kadar yang 24 harganya sekian, serta kadar yang 20 karat juga harganya sekian. Kemudian untuk Karet yang ahlinya akan menentukan, misalnya bersih bisa dihargai berapa dan inilah nantinya akan diajukan.

"Mudah-mudahan peraturan HKTI ini akan dibackup oleh pemerintah daerah, sehingga timbul Perda-Perda seluruh kabupaten/kota yang punya petani karet itu akan dapat muncul harga-harga yang sudah distandarkan pemerintah," terang Suami dari Hj Sri Kustina.

Putra kelahiran Desa Air Hitam ini mengawali karier sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Musi Banyuasin dan sejak 2009 dipercaya menjadi kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Selatan hingga pelantikannya sebagai Penjabat Bupati pada Tanggal 22 April 2013 ini berkomitmen melaksanakan visi misi organsiasi HKTI membangun pertanian indonesia dan mensejahterakan petani.

Sementara, Ketua Panitia Andi Suwandi mengingatkan para pengurus yang baru dilantik untuk mampu mengemban amanah dan bersinerji dengan pemerintah.

Adapun kepengurusan HKTI yang dilantik itu yakni Ketua HKTI Palembang Edi Firdaus, OI Sukarni SSos, Prabumulih Ahmadi Mustofa, PALI Zuliardi Sofyan, Muaraenim M Nova, Lahat Hefni Jafar, Pagaralam Subianto SE, Empatlawang Alfajri, Lubuklinggau Soleh Aun, Mura Syafriadi, Muratara Khairul Alamsyah, Muba Agus Subianto, Banyuasin Syarifuddin, OKI Slamet Bukhori, OKUS Nazaruddin SH, OKUT Izudin Bastari, OKU Djohan Anuar. 

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved