Berita Palembang

Lakukan Penipuan, Oknum Desertir TNI Ini Ditangkap Korbannya

Bermaksud bisa menikmati uang hasil penipuannya, Eko Wahyudi (45) seorang desertir (pecatan) anggota TNI Angkatan Laut

Lakukan Penipuan, Oknum Desertir TNI Ini Ditangkap Korbannya
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Eko (45) ketika diamankan keluarga korban karena melalukan penipuan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Bermaksud bisa menikmati uang hasil penipuannya, Eko Wahyudi (45) seorang desertir (pecatan) anggota TNI Angkatan Laut justru malah dibekuk keluarga korbannya dan langsung diserahkankan keluarga korban ke Polresta Palembang, guna mempertanggung jawabkan ulahya.

Diketahui tersangka ditangkap saat hendak mengambil uang dari korban Nuraini (30) warga Jalan KH Azhari Lotong Pedatuan Laut Kelurahan 12 Ulu Kecamatan SU II di bawah Jembatan Ampera 7 Ulu, pada Sabtu (12/5), kemarin.

Aksi penipuan yang dilakukan pecatan TNI di tahun 1992 ini terungkap setelah sebelumnya korban sudah sebanyak dua kali mentransfer uang, masing-masing sebesar Rp10 juta ke rekening tersangka yakni pada 28 April 2018 dan kemudian tersangka langsung mendatangi rumah korban dan meminta uang tunai sebesar Rp 20 juta.

Baca: Atasi Kemacetan Kasatlantas Polresta Palembang Tawarkan 3 in 1 di Kawasan Ini

Korban yang sehari-hari berjualan di Pasar 10 Ulu ini, menceritakan kejadian bermula sewaktu dirinya menerima telepon dari tersangka yang menyampaikan bahwa korban merupakan pemenang hadiah undian di salah satu bank ternama dengan hadiah utama berupa satu unit mobil.

Awalnya, korban tak mempercayai dengan perkataan tersangka dan cuma menganggapnya sebagai angin lalu. Rupanya, tersangka yang diketahui bertempat tinggal di Jakarta ini tak pantang menyerah dan terus menerus menelpon sekaligus meyakinkan korban.

"Dia (pelaku-red) bilang untuk bisa menerima mobil tersebut saya diminta menyiapkan sejumlah uang," ungkapnya.

Baca: Ingat! Parkir Sembarangan Di Polresta Palembang Digembosi, Tak Peduli Siapapun Itu

Pertama-tama korban mentransfer sebanyak dua kali pada Sabtu (28/4/2018) di Bank BRI Universitas Kader Bangsa (UKB) di pangkal Jembatan Ampera masing-masing sebesar Rp10 juta.

Selang beberapa hari setelah itu, dengan dalih uang yang diterima kurang dan untuk biaya ibunya yang tengah sakit tersangka kembali meminta uang sebesar Rp 20 juta dengan mendatangi langsung rumah korban.

Baca: Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Driver Grab Ini Beri Klarifikasi Datangi Polresta Palembang

"Lalu dia lagi-lagi minta disiapkan uang Rp 30 juta tapi saya tidak mau kasihkan dan dia mengancam bakal membunuh saya. Dari situlah keluarga saya merancang perangkap buat menjerat dia dan dia ditangkap di bawah Jembatan Ampera ketika saya berpura-pura hendak menyerahkan uang," ungkap Nuraini kepada petugas di ruang SPKT Polresta Palembang.

Sedangkan, tersangka Eko saat diinterogasi petugas mengakui seluruh perbuatan yang dilakukannya itu lantatan dia butuh uang untuk menghidupi keluarganya.

Baca: Merasa Nyawanya Terancam, Dedi Datangi Polresta Palembang

"Keseluruhannya Rp 40 juta uang saya terima tapi kali ketiga saat hendak mengambil uang saya ditangkap keluarganya. Saya merupakan pecatan TNI AL tahun 1992," ungkapnya menyesal ketika ditemui, Minggu (12/5/2018).

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Eddi Winara Smelalui KA SPKT lptu membenarkan adanya serahan tangkapan pihak korban, tersangka penipuan melalui Via telpon.

Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved