Lolos Grandfinal LIDA, Siapa Sangka Rara Tak Sempat Tunaikan 'Janji' Ini Saat Ayahnya Meninggal

Rara harus merasakan hal yang menyedihkah, ayahnya pergi meninggalkan Rara selamanya usai Rara dinyatakan lolos ke panggung LIDA.

kolase sripoku.com
Tiara Ramadhani alias Rara Lida asal Prabumulih Sumsel 

SRIPOKU.COM - Perjuangan seorang Tiara Ramadhani (16) atau akrab disapa Rara membuat semua orang tergerak untuk mendukungnya. 

Peserta Liga Dangdut Indosiar ini tak cuma memiliki suara merdu, kehidupannya yang berasal dari keluarga sederhana, hingga caranya berjuang membuat semua orang sangat berharap ia menjadi juara. 

Buktinya, tak cuma seluruh masyarakat Sumsel legenda hidup Titiek Puspa terang-terangan ikut mendukung Rara.

Baginya Rara adalah cerminan hidupnya dulu. Sosok gadis yang pernah dikucilkan, direndahkan, anak yatim dari kampung dan kini membuat semua orang terpukau dengan prestasinya. 

"Yang penting kamu ikhlas, kamu seperti saya dulu. Saya berjuang dan sampai sekarang 80 tahun saya hidup," ucap Titiek Puspa sambil menangis memeluk Rara.

lida_rara.vc
instagram.com/lida_rara.vc

Dirinya tak hanya dinilai memiliki suara yang bagus namun ia juga memiliki wajah yang cantik, bahkan salah seorang dewan juri Shoimah pernah menyebut Rara adalah paket komplit.

Mewakili Sumatera Selatan di ajang LIDA tentu perjuangan Rara tak semudah membalikkan telapak tangan.

Rara harus merasakan hal yang menyedihkah, ayahnya pergi meninggalkan Rara selamanya usai Rara dinyatakan lolos ke panggung LIDA.

Baca:

Lewat Voting Dewan Dangdut, Rara Berhasil Masuk Grand Final Liga Dangdut Indonesia

Masuk 10 Besar, 7 Fakta Mengejutkan Rara di Panggung LIDA hingga Dipinta Shoimah Jadi Menantu!

Ayahnya Abdul Rohim meninggal dunia pada 5 Desember 2017.

Bahkan Rara tak sempat memberitahu sang ayah dirinya lolos di ajang dangdut tingkat nasional ini.

Tampak pada instagramnya Rara pun sempat membagikan foto sang ayah semasa hidup.

lida_rara.vc
instagram.com/lida_rara.vc

"Ayah meninggal ketika dapat kabar mewakili Sumsel, jadi dikabari sore tanggal 4 Desember jika masuk nominasi mewakili Sumsel dan subuh pada 5 Desember ayah meninggal dunia. Keesokan harinya tanggal 6 Desember saya ulang tahun, saya sedih sekali," kata Rara saat ditemui Sripoku.com beberapa waktu lalu.

"Waktu menang itu terasa mimpi gak nyangka, rasa bersyukur sekali," ungkapnya

Menurut Rara, besar harapan yang dipikul setelah dirinya lolos dan terpilih menjadi duta Sumsel dalam kontes dangdut tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved