Berita Palembang

Pedagang Kartu Perdana Terus Merugi Sejak Diberlakukannya Registrasi, Lama Tunggu Balasan? 

Sejak diberlakukannya pemblokiran nomor kartu seluler yang tidak melakukan registrasi per 1 Mei lalu membuat Omzet penjual

Pedagang Kartu Perdana Terus Merugi Sejak Diberlakukannya Registrasi, Lama Tunggu Balasan? 
Sripoku.com/Rangga Efrizal
Para pedagang merasa saat ini penjualan kartu perdana terus menurun akibat diberlakukannya registrasi bagi perdana seluler, Kamis (10/5/2018). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sejak diberlakukannya pemblokiran nomor kartu seluler yang tidak melakukan registrasi per 1 Mei lalu membuat Omzet penjual kartu seluler di Kota Palembang terus menurun.

Hal ini terjadi seiring dengan berlakunya aturan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) tentang pemberlakukan Registrasi Nomor Seluler Prabayar menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK).

"Semenjak aturan NIK dan KK untung kami terus turun sekitar 60% yang biasa sehari kami dapat sampai tiga juta,  tapi sekarang cuma dua juta rupiah, karena pembeli kartu perdana seluler jumlahnya terus menurun," ujar Mita (27) penjual kartu seluler di Kawasan MP Mangkunegara, Kota Palembang, Kamis (10/5/2018).

Menurutnya, registrasi telepon seluler menggunakan NIK dan KK membuat masyarakat lebih memilih pembelian voucher karena prosesnya tidak rumit.

Berbeda dari kartu perdana seluler yang wajib registrasi menggunakan NIK dan KK sejak 1 April lalu yang dianggap rumit serta menyusahkan, apalagi terkadang lamanya waktu menunggu balasan dari server kominfo menghambat urusan konsumen.

"Sekarang kami berguyur saja, kalau dulu kartu perdana kami pasok bisa 600 pcs sebulan, sekarang kami kurangi dan voucher yang kami tambah, padahal untung dari kartu perdana sebenarnya lebih besar dari voucher," ujarnya.

Sementara penjual kartu seluler di kawasan jalan Lemabang Ririn mengatakan, pihaknya banyak menerima keluhan dari pelanggan karena balasan registrasi ke kominfo yang lamban.

"Pembeli datang, registrasi pakai KK dan NIK itu harus menunggu balasan, kadang ada yang cepat, tapi tidak sedikit yang lama, bahkan sampai dua hari, pembeli protesnya ke kami, sedangkan kami kan hanya menjual dan mengarahkan saja," ujar Rinawati.

Mita dan Ririn berharap kebijakan Kominfo dalam menerapkan aturan NIK dan KK bisa diperlonggar lagi, misalnya cukup menggunakan salah satu saja, NIK atau KK dan proses registrasi dipercepat.

Sementara salah satu pembeli, Doni (22) mengatakan, semenjak aturan terbaru registrasi ia lebih memilih pembelian kuota internet langsung ke server operator lewat pulsa elektronik karena tidak rumit seperti penggunaan NIK dan KK.

"Walaupun beli lewat pulsa lebih mahal ya terpaksa ajalah, dari pada ribet harus registrasi pakai NIK sama KK, apalagi kadang lambat dapat balasannya," pungkas Doni.

Baca: Hari Ini Kartu Prabayar Diblokir, Kartu SIM Belum Registrasi Ternyata tidak Hangus, Ikuti 7 Poin Ini

Baca: Hari Ini Batas Akhir! Ini Cara Registrasi Kartu Prabayar Telkomsel, Tri, Indosat, XL, dan Smartfren

Baca: Akibat tak Registrasi Ulang Kartu, Sebanyak 83 Juta Nomor Ponsel Prabayar Sudah Diblokir

Baca: Hari Ini Batas Akhir! Ini Cara Registrasi Kartu Prabayar Telkomsel, Tri, Indosat, XL, dan Smartfren

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved