Berita Lahat

4 Kali Curi Motor di Kampung Sendiri, Oknum PNS Ini Dibekuk Anggota Polres Lahat

Gaji menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Lahat, tampaknya tak mencukupi bagi Agus Artha Dadik (42),

4 Kali Curi Motor di Kampung Sendiri, Oknum PNS Ini Dibekuk Anggota Polres Lahat
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Anggota Mapolres Lahat saat membekuk tersangka (Baju kaos merah) beserta BB hasil curian di rumah tersangka, Rabu (02/05/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT -- Gaji menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Lahat tampaknya tak mencukupi bagi Agus Artha Dadik (42).

Warga Desa Bunga Mas Kecamatan Kikim Timur Lahat ini terlibat aksi pencurian sepeda motor. Hasil pencurian sendiri dijual dan hal tersebut sudah dilakukan beberapa kali. Ironisnya, kedua pelaku melakukan pencurian di desanya sendiri.

Pencidukan tersangka sendiri bermula dari laporan Nazarudin (42), warga satu desa dengan tersangka yang kehilangan sepeda motor persis dihalaman rumah, April lalu.

Selanjutnya, Selasa malam (1/5/2018) tersangka Agus ditangkap bersama rekannya Sumarlan (25) warga yang sama.

"Ditangkap dirumah masing-masing, saat sedang tidur. Tersangka mengakui sudah empat kali melakukan pencurian," ujar Kapolres Lahat AKBP Roby Karya Adi melalui Kasat Reskrim AKP Ginanjar S.Ik, Rabu (2/5/2018).

Baca:

Waw! Gandhi Fernando Ingatkan Lucinta Luna Minum Susu Hamil, Netter: Terhalu Sepanjang Masa

Bukan Main Tik-Tok! Hal Lain yang Diajarkan Deddy Corbuzier untuk Azka Bikin Netter Salut

tersangka pencurian
tersangka pencurian (SRIPOKU.COM/EHDI AMIN)

Lanjutnya, penangkapan terhadap kedua tersangka dilakukan oleh gabungan Unit Opsnal Reskrim Polres Lahat dan Polsek Kikim Timur masing-masing di rumahnya tanpa melakukan perlawanan.

Modusnya, tersangka merusak motor korban mennggunakan kunci . Selanjutnya hasil curian dibongkar guna memudahkan penjualan.

Barang bukti yang diamankan 1 buah Kunci T, lima buah ban (berbagai merk ), 2 Knalpot, Body / Spare Part R2 berbagi merk. Plat Motor R2 dengan rincian BG 6468 EP, BG 5145 EL, BG 6975 EV,BG 4562 EO, BG 8255 QL.

"Ada empat TKP lainnya yang diakui tersangka, diantaranya, tanggal 27 September 2017, 4 November 2017, 23 November 2017, dan 15 Desember 2017. Semua TKP di desa tersangka ini sendiri," ujarnya. (*)

Penulis: Ehdi Amin
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved