Hari Buruh 2018

Federasi Serikat Buruh Bersatu Muaraenim Dukung Salah Satu Paslon Bupati-Wakil Bupati

Paslonnya welcome terhadap kaum buruh dan mendukung serta berkomitmen jika terpilih menjadi Bupati dan Wabup Muaraenim

Federasi Serikat Buruh Bersatu Muaraenim Dukung Salah Satu Paslon Bupati-Wakil Bupati
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Perwakilan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Bersatu Muaraenim (F-SBBM), mendukung Paslon Bupati dan Wabup Muaraenim A Yani - Juarsyah sebagai Bupati dan Wabup Muaraenim periode 2018-2023 di Muaraenim, Selasa (1/5/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Hasil musyawarah buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Bersatu Muaraenim (F-SBBM), memutuskan akan mendukung Paslon Bupati dan Wabup Muaraenim A Yani-Juarsyah sebagai Bupati dan Wabup Muaraenim periode 2018-2023 di Muaraenim, Selasa (1/5/2018).

Menurut Ketua F-SBBM Rahmansyah, dasar pihaknya mendukung Paslon A Yani - Juarsyah karena di dalam misi dan visinya mengakomodir aspirasi para buruh.

Selain itu juga, paslonnya welcome terhadap kaum buruh dan mendukung serta berkomitmen jika terpilih menjadi Bupati dan Wabup Muaraenim akan memperhatikan keluhan para kaum buruh.

Baca: Driver Ojol Diduga Lakukan Pencurian Bayi, Ternyata 7 Fakta Ini Ungkap Kebenarannya!

"Tidak ada Paslon yang mendengarkan keluhan para pekerja kecuali Paslon A Yani - Juarsyah. Kami tidak memilah Paslon, tetapi kami ingin kepastian, dan komitmen Paslon jika jadi untuk mendukung aspirasi para buruh. Kami tidak ingin kaya, kami ingin hak-hak kami dilindungi dan bekerja dengan nyaman," ujar Rahmansyah yang juga berprofesi sebagai advokad ini.

Sementara itu Paslon A Yani - Juarsyah, ketika dikonfirmasi masalah dukungan buruh itu sangat menyambut baik dan merasa terharu dengan kepercayaan para buruh dengan memberikan amanahnya untuk memperjuangkan aspirasi mereka jika ia terpilih jadi Bupati Muaraenim.

Baca: BREAKING NEWS: Seorang Kakek Renta di OKU Selatan Tewas Terpanggang

Kedepan akan ada bonus demografi penduduk dan serbuan TKA, jadi perlu kebijakan pemerintah untuk melindungi dan meningkatkan SDM tenaga kerja lokal.

Untuk kedepan, pihaknya akan meminta perusahaan untuk bekerjasama dengan pemerintah daerah, jika ingin memerlukan tenaga skill untuk melapor ke pemerintah daerah, sehingga pemerintah bisa memberikan pelatihan terhadap tenaga kerja lokal yang bersertifikat sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut.

"Jadi jangan ada asalan tenaga skill dan lain-lain, selagi ada pelatihannya kita akan latih. Intinya kita optimalkan tenaga kerja lokal dahulu baru tenaga kerja luar apalagi asing," ujar Yani yang sedang menempuh pendidikan S3 SDM ini.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved