Mayoritas TKA yang Datang ke Palembang Berasal Dari Asia Tenggara

Namun pemerintah Kota Palembang meminta masyarakat tak terlalu mencemaskan isu serbuan

SRIPOKU.COM/ZAINI
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM se Kota Palembang menggelar aksi demo di Kantor Gubenur Sumsel di Jalan Kapten A Rivai Palembang, Selasa (18/4/2017). Mereka membawa poster dan spanduk bertuliskan penolakan terhadap tenaga kerja asing (TKA). 

Laporam wartawan sripoku.com Yandi Triansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - - Isu serbuan TKA ini kembali ramai diperbincangkan menyusul terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing pada Maret lalu. 

Namun pemerintah Kota Palembang meminta masyarakat tak terlalu mencemaskan isu serbuan TKA asing yang ada di Palembang.

Mayoritas TKA yang datang ke Palembang dari Asia Tenggara. 

Di Palembang sendiri baru tercatat pada tahun 2017 sampai saat ini ada sebanyak 214 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang datang ke Kota Palembang.

Paling  banyak TKA tersebut bekerja sebagai Tenaga Ahli di perusahaan karet.

Kepala dinas Ketenagakerjaan Kota Palembang, Edison mengatakan Tenaga Kerja Asing tersebut banyak bekerja sebagai tenaga ahli di perusahaan karet.

"Ada yang bekerja sebagai peneliti kualitas karet, ada juga yang bekerja di tempat kursus, dan bekerja di LRT," katanya,  Jumat (27/4) saat dihubungi. 

Meski jumlahnya sudah ratusan namun dirinya meminta kepada masyarakat untuk tak terlalu khawatir.  Sebab tak ada serbuan TKA di Palembang.

"  kami  akan melakukan antisipasi agar tidak ada serbuan tenaga kerja asing di Palembang," jelasnya.

Untuk  mengantisipasi hal tersebut pihaknya selalu memantau tempat kerja TKA tersebut. "kami akan terus memonitor mereka dan memantau setiap TKA yang masuk kesini, ," katanya.

Bahkan untuk mengatasi pengangguran pihaknya terus melakukan pelatihan untuk semua masyarakat Palembang.

"saat ini sedang dilakukan seleksi untuk melakukan pemagangan di Jepang. kesempatan ini kami berikan untuk semua masyarakat palembang mulai dari SMA sampai sarjana," terangnya

Pelatihan ini dilakukan agar menciptakan tenaga yang terampil, mandiri dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

"ada banyak pelatihan yang kami lakukan mulai dari menjahit, otomotif, dan salon kecantikan," katanya

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved