Novri Kaget Ketika Setor ke Bank Uangnya Palsu

Baru-baru ini warga Pendopo dikejutkan beredarnya uang palsu (Upal) dalam bentuk pecahan Rp 100 ribu.

Novri Kaget Ketika Setor ke Bank Uangnya Palsu
TRIBUN SUMSEL.COM/ARIWIBOWO
Novri menujukan uang palsu, kertasnya bisa dipisah menjadi dua lembar. 

SRIPOKU.COM, PALI - Warga Pendopo, Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI harus lebih waspada dalam menerima uang baik dalam pecahan Rp 50 ribu maupun pecahan Rp 100 ribu.

Pasalnya, baru-baru ini warga Pendopo dikejutkan beredarnya uang palsu (Upal) dalam bentuk pecahan Rp 100 ribu.

Hal itu diketahui saat Novri (28) warga Talang Subur kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi berniat menabungkan uangnya ke bank Sumsel Babel yang ada di kota Pendopo.

Namun, betaga kagetnya, saat uang yang dibawa diperiksa dengan alat scan uang atau money detector, didapati salah satu lembaran uang yang dibawanya palsu.

"Awalnya aku bawa duit untuk menabung sebesar Rp 2 juta, pas di scan dengan money detector, salah satu duit yang aku bawa ternyata palsu. Dari penjelasan petugas bank tadi, bahwa hologram logo Bank Indonesia burem alias tidak asli serta uangnya bisa di kelupas jadi dua. Itulah duit palsu, kata petugas Bank Sumsel," kata Novri, Rabu (25/4/2018).

Akibat dari kejadian itu, Novri berharap pihak berwajib segera menindak lanjuti kasus ini dan masyarakat menjadi lebih waspada dalam transaksi dengan menggunakan uang.

"Semoga pihak kepolisian bisa mengungkap dan menghentikan beredarnya uang palsu di kota Pendopo," harapan Novri.

Dari mana asal uang palsu tersebut, Novri mengaku bahwa uang tersebut dari pembayaran honornya di suatu kegiatan.

"Rasanya duit itu aku terima pas pembayaran honor aku kegiatan waktu itu. Aku tidak mengecek juga satu per satu duit itu, karena duit itu distaples," jelas Novri.

Sementara itu, Kiky petugas Bank Sumsel Babel, Pendopo menjelaskan bahwa ciri-ciri uang palsu terlihat dari hologram logo Bank Indonesia di bagian sudut kiri bawah uang yang buram dan seperti tidak timbul.

"Kalau uang asli, dia tidak bisa dikelupas menjadi dua bagian. Sedangkan uang palsu seperti bisa di kelupas. Karena, uang asli benar-benar satu lembar. Tapi, kalau uang palsu merupakan tempelan dua lembar kertas. Terus juga tanda air yang juga kelihatan buram," kata Kiki.

Diakui Kiki sudah sering menerima uang tabungan dari nasabah berupa uang palsu.

"Sudah sering bahkan hari ini sudah lebih dari satu kali. Masyarakat harus lebih waspada. Dilihat, diraba dan diterawang setiap uang yang kita terima," saran Kiki.

Penulis: wartawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved