Jokowi Berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, Ini Keuntungannya Kata Tokoh Pemuda OKU Timur

Jika dilihat masih ada kemungkinan kedua tokoh tersebut akan berpasangan. Jokowi sebagai capres dan Prabowo sebagai cawapres

Jokowi Berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, Ini Keuntungannya Kata Tokoh Pemuda OKU Timur
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai berkuda bersama disela-sela pertemuan mereka di Padepokan Garuda Yaksa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10/2016). Selain sebagai bentuk silaturahmi, pertemuan itu juga untuk mendiskusikan berbagai permasalahan di Indonesia. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Banyak pertanyaan bernada bingung di kalangan masyarakat ketika adanya isu kemungkin Joko Widodo akan berpasangan dengan Prabowo Subianto pada pemilu presiden dan wakil presiden 2019 mendatang.

Hal itu diungkapkan salah satu tokoh pemuda OKU Timur, Johansyah Yazid, ketika berbincang dengan Sripoku.com, Rabu (25/4/2018).

Menurut Johansyah Yazid, jika dilihat dari eskalasi politik nasional akhir-akhir ini yang sangat hiruk pikuk dengan berbagai calon yang diunggulkan masing-masing partai politik pendukung pemerintah untuk menjadi wakil presiden pasangan Jokowi pada 2019 mendatang.

Baca: PAN Buka Peluang Gatot, Demokrat Galau, Lihat Respon Mengejutkan Jokowi, Menampar Poros Ketiga?

Baca: Niat Puasa Senin-Kamis, Keutamaan dan Manfaatnya Bagi Wanita Sungguh Dahsyat Ini Buktinya

"Jika dilihat masih ada kemungkinan kedua tokoh tersebut akan berpasangan."

"Jokowi sebagai capres dan Prabowo sebagai cawapres pada pemilu 2019."

"Tentu saja ini mungkin terjadi, jika menimbang kepentingan nasional yang lebih besar yang diijadikan pijakan ke depannya," kata Johansyah Yazid.

Tokoh pemuda OKU Timur, Johansyah Yazid
Tokoh pemuda OKU Timur, Johansyah Yazid (SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA)

Menurut Johansyah Yazid, sejarah membuktikan Prabowo Subianto tidak alergi untuk menjadi wakil dan tentu untuk memandang arah partai Gerindra secara khusus dan kepentingan nasional kedepan yang tentunya Prabowo akan mempertimbangkan sebagai negarawan untuk kepentingan nasional.

Baca: Ingat! Senin 30 April 2018 Malam Nisfu Syakban. Ternyata Malam Nisfu Syakban Mulai Malam Ke-13

"Keuntungan jika pencalonan Jokowi dan Prabowo 2019 berpasangan secara utuh, tentu akan menciptakan banyak nilai positf bagi kancah politik partai di Indonesia untuk lima tahun kedepan."

"Selain itu, suasana kondusif penuh harmoni di semua lini kehidupan berbangsa dan bernegara akan tercipta sehingga dapat membangkitkan semangat baru penuh senyum bagi lapisan masyarakat yang saat ini mulai terkotak-kotak," kata Johansyah Yazid.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved