Dampak Ribuan Driver Ojol Turun Kejalan Ikut Aksi 234, Penumpang Kesulitan Pesan Melalui Aplikasi

su demo para driver ojek online (Ojol) Gojek dan Grab telah tersebar sejak sehari sebelum aksi berlangsung.

Dampak Ribuan Driver Ojol Turun Kejalan Ikut Aksi 234, Penumpang Kesulitan Pesan Melalui Aplikasi
Sripoku.com/Rangga Efrizal
Puluh ribuan driver ojol melakukan demo di depan halaman kantor DPRD Kota Palembang, Senin (23/4/2018). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Isu demo para driver ojek online (Ojol) Gojek dan Grab telah tersebar sejak sehari sebelum aksi berlangsung. Berbagai himbauan untuk menghadiri demo pun sudah secara masif diterima oleh para driver.

Akibatnya, Senin (23/4/2018) banyak masyarakat yang tidak dapat memesan ojek melalui aplikasi tersebut, sehingga harus menggunakan transportasi online lainnya.

Baca: Puluh Ribuan Ojol Gelar Aksi 234 di Beberapa Titik Palembang, Pengendara Sebaiknya Hindari Jalan Ini

Tasya (27) dirinya sempat bingung untuk pergi bekerja akibat banyaknya driver yang menolak pesanan darinya.

"Sempat bingung tadi mau berangkat kerja bagaimana, karena semuanya pada nolak. Tadi juga sempat mepet dengan waktu kerja. Namun untungnya ada salah satu driver yang menerima dan minta untuk jalan secara offline karena tidak enak dengan rekan-rekan lain yang berdemo," ujarnya.

Baca: Aplikator Dianggap Semena-mena, Ribuan Ojol Turun ke Jalan. Ini Tuntutannya

Hingga siang hari pun para pemesan pun masih kesulitan untuk memesan ojol akibat dampak demo 234 yang terjadi diberbagai Kota di Indonesia.

Uud (30) salah satu driver Gojek yang hadir di kantor DPRD Kota Palembang, mengaku hadir guna menyuarakan tuntutan yang ia dan rekan-rekan driver inginkan.

Baca: Ancam Mogok Narik, Puluhan Ribu Driver Ojol Turun Kejalan Tuntut Kenaikan Tarif 

Menurutnya, diberlakukannya harga tarif perkilometernya menjadi Rp 2500 beberapa waktu lalu tidak lah membantu secara signifikan. Sebab tarif tersebut dirasa masih terlalu murah dan membuat para driver kesulitan.

"Cuma naik sedikit dari yang awalnya hanya Rp 1500 menjadi Rp 2500. Selain itu perolehan Point juga semakin sulit di dapat akibat peraturan baru. Belum lagi ada beberapa driver yang kena suspend akibat peraturan Gojek," pungkasnya. (*)

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved