Pemilihan Walikota Pagaralam

Praktik Politik Uang di Pilkada Pagaralam Mulai Santer Terdengar, Ini Kata Kapolres

Polres nantinya bukan hanya sekedar melakukan pemetaan saja. Namun akan melakukan razia di kawasan yang sudah dipetakan tersebut.

Praktik Politik Uang di Pilkada Pagaralam Mulai Santer Terdengar, Ini Kata Kapolres
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Polres nantinya bukan hanya sekedar melakukan pemetaan saja. Namun akan melakukan razia di kawasan yang sudah dipetakan tersebut 

Laporan wartawan sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Mulai santer terdengar akan adanya praktek Money Politik (Politik Uang) dalam gelaran Pilkada Kota Pagaralam ditanggapi serius oleh Kapolres Pagaralam, AKBP Dwi Hartono SIk MH.

Bahkan saat ini Polres Pagaralam sudah mulai melakukan pemetaan kawasan rawan praktik politik uang tersebut.

Tidak hanya itu, Kapolres menyebutkan pihaknya sudah mendapat informasi kawasan mana saja yang akan diawasi dan dijaga ketat saat jelang pencoblosan nanti.

Hal ini berdasarkan hasil pemantauan dari anggota Polres Pagaralam sejak lama.

"Hal ini harus kita tanggapi secara serius. Pasalnya ini merupakan praktik kecurangan yang bisa membuat jalannya Pilkada tidak jujur. Jadi kita sudah mendata kawasan mana saja yang rawan praktik money politik ini," ujarnya.

Polres nantinya bukan hanya sekedar melakukan pemetaan saja. Namun akan melakukan razia di kawasan yang sudah dipetakan tersebut. Agar oknum yang akan membagikan uang tidak bisa masuk kawasan yang sudah dipetakan.

"Nantinya kita akan melakukam razia 24 jam nonstop bersama TNI dan Panwaslu. Kita akan lakukan razia dengan sistem razia yang sama dengan razia lainnya. Bahkan setiap kendaraan yang akan masuk kawasan rawan praktik politik uang akan diperiksa secara detail," tegasnya.

Jika nanti ada oknum yang terjaring dalam razia praktik money politik ini, maka akan langsung diserahkan kepada Panwalu untuk bisa diproses lebih lanjut.

"Jika ditemukan bukti dan beberapa unsur bukti maka akan diserahkan kepada Polres Pagaralam untuk diproses secara hukum," katanya.

Diharapkan hal ini akan mampu menangkal praktik kecurangan ini.

Pasalnya menurut Kapolres, praktik money politik sepertinya sudah ada sejak Pilkada lalu. Bahkan pihaknya mendapat informasi pada Pilkada lalu ada oknum yang membawa uang satu box untuk dibagikan.

Namun tidak bisa karena diawasi oleh masyarakat dan tim.

"Kita juga tetap meminta kerja sama dari masyarakat untuk ikut mengawasi praktik ini dan tidak menerima money politik," harapnya. (one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved