Breaking News:

Usai Resmi Dibuka, Warga Rela Berdesakan di Pasar Murah Desa Teladan Muba 

Menjelang bulan Suci Ramadhan atau bulan puasa, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)

SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Sejumlah masyarakat Desa Teladan Kecamatan Sekayu ketika berbondong-bondong memadati pasar murah yang diselenggarakan Disperindag Muba. 

Laporan Waratawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

 SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Menjelang bulan Suci Ramadhan atau bulan puasa, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar pasar murah di delapan kecamatan di Bumi Serasan Sekate.

Pada pasar murah yang dilaksanakan di Desa Teladan Kecamatan Sekayu, diserbu oleh ratusan masyarakat yang antusias.

Dari pantauan Sripoku.com dilapangan, pasar murah yang dilaksanakan di Desa Teladan Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba nampak disesaki oleh ratusan masyrakat.

Baca: Transaksi Elektronik Rentan Dicurangi, YLKI Imbau Konsumen Cerdas Dalam Belanja

Pasar murah yang dibuka langsung oleh Plt Bupati Muba Beni Hernedi, Selasa (17/4/18) sekitar pukul 10.30 WIB menjadi kesempatan bagi masyarakat memenuhi bahan pokok makanan di dapur rumah.

"Ya, hari ini telah dilaksanakan pembukaan pasar murah di Desa Teladan. Pasar murah itu dibuka satu hari, sebelumnya kita telah melaksankan pada dua kecamatan lain," kata Plt Bupati Muba Beni Hernedi, Selasa (17/4/2018).

Lanjutnya, pelaksanaan pasar murah ini sudah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu, dimana dua kecamatan yang berpartisipasi terlebih dahulu yakni Kecamatan Plakat Tinggi dan Kecamatan Lawang Wetan.

Semuanya terdapat delapan kecamatan yang digelar pasar murah, antara lain Kecamatan Palakat Tinggi, Lawang Wetan, Sekayu, Lais, Bayung Lencir, Tungkal Jaya, Babat Supat, dan Sanga Desa.

Baca: Sambut Hari Jadi Kabupaten PALI, 7 Pendaki Kibarkan Bendera Pataka PALI di Gunung Bromo

"Tujuannya dari pasar murah ini agar beban masyarakat dapat sedikit teratasi, karena biasnya menjelanv bulan Ramadhan harga-harga bahan pokok cendrung melambung tinggi," ungkapnya.

Sementara, Kepala Disperindag Muba, Zainal Aripin, mengugkapkan  diselenggarakannya pasar murah ini untuk menjaga kestabilan harga, pasar murah juga bertujuan untuk menjaga ketersediaan barang-barang pokok yang dibutuhkan masyarakat dengan harga murah atau terjangkau. Jadi adanya pasar murah ini bisa dapat dijangkau oleh masyarakat dengan mudah.

Baca: Indonesia Marketing Assosiation Kolaborasi Kembangkan Perekonomian di Palembang

"Pada pelaksanaan ini kita menerapkan sistem kupon, jadi tujuannya masyarakat tidak berebut. Jadi kupon tersebutlah yang digunakan sebagai tiket oleh masyarakat untuk berbelanja sembako dipasar murah yang memiliki selisih harga Rp1.500 - Rp 5.000 dibandingkan harga dipasar biasa," ungkapnya.

Pemkab Muba dalam Disperindag Muba setiap tahun selalu menggelar pasar murah ini, sehingga tidak ada kelangkaan bahan pokok atau kenaikan harga. "Ini salah satu cari kita menstabilkan harga, dengan melakukan kegiatan operasi pasar,"jelasnya. (*)

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved