Soal Kebocoran Data Facebook, inilah 7 Kesaksian Mark Zuckerberg

Mark Zuckerberg hadir untuk memberikan kesaksiannya, atas skandal kebocoran data yang menghantam 87 juta pengguna Facebook dunia.

Soal Kebocoran Data Facebook, inilah 7 Kesaksian Mark Zuckerberg
USA Today
CEO dari Facebook, Mark Zuckerberg, saat memberikan pernyataannya di hadapan jajaran Komite Senat dalam Judiciary and the Senate Committee on Commercer, Science, and Transportation, yang berlangsung di Washington, 10 April 2018. 

SRIPOKU.COM - Mark Zuckerberg hadir untuk memberikan kesaksiannya, atas skandal kebocoran data yang menghantam 87 juta pengguna Facebook dunia. Setelah memberikan pidato, Pendiri dan CEO Facebook tersebut mulai dicecar pertanyaan dari para legislatif dari Komite Energi dan Perdagangan.

Berita Lainnya:  Jika Kasus Myanmar Terjadi di Indonesia, Kominfo Blokir Facebook

Dari sesi tanya jawab yang bergulir selama lima jam tersebut setidaknya menghasilkan tujuh poin penting.

KompasTekno telah merangkum hal-hal penting yang disorot dalam agenda dengar pendapat antara senat dan Zuckerberg dalam skandal Cambridge Analytica, dari The Verge, Jumat (13/4/2018).

1. Undang-undang perlindungan data
General Data Privacy Regulation (GDPR) merupakan undang-undang perlindungan data dan privasi individu yang berlaku di Uni Eropa. Sejatinya, GDPR akan berlaku pada bulan Mei mendatang dan otomatis akan mempengaruhi pola bisnis internet di Eropa.

Dalam kesaksiannya di hadapan senat, Zuckerberg mengatakan bahwa akan membuat perlindungan GDPR ke ranah global. Kepada senator Janice Schakowsky, Zuckerberg menjelaskan bahwa GDPR memiliki beberapa potongan penting yang berbeda.

"Satu potongan menawarkan kontrol, atas apa yang kita lakukan. Kedua, adalah mendorong persetujuan dan menempatkan kontrol untuk orang-orang, yang menuntun orang lain sesuai apa yang mereka pilih", papar Zuckerberg.

Ia melanjutkan penjelasannya tentang kontrol privasi yang dimaksudnya kepada senat. Ia mengatakan akan menempatkan sebuah alat yang terletak di atas aplikasi Facebook dan menuntun mereka melalui menu pengaturan.

2. Ancaman tidak muncul di audit
Tahun 2011, Facebook menyetujui keputusan FTC yang mensyaratkan Facebook untuk mengidentifikasi ancaman yang akan menyerang privasi pengguna.

Beberapa senat bertanya, mengapa masalah ini tidak muncul dalam audit Facebook. Namun, Zuckerberg membela diri, jika Facebook telah mematuhi keputusan persetujuan yang dimaksud.

Halaman
123
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved