Pemilihan Gubernur Sumsel

Ajak Perangi Berita Hoax, ASRI: Pemimpin Sumsel Terpilih Bukan Berasal dari Pemberitaan Esek-esek

- Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel nomor urut 2, HS Aswari Rivai SE - HM Irwansyah SSos MSi berharap pemimpin Sumsel

SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel nomor urut 2, HS Aswari Rivai SE-HM Irwansyah SSos MSi. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel nomor urut 2, HS Aswari Rivai SE - HM Irwansyah SSos MSi berharap agar pemimpin Sumsel terpilih pada Pilgub tanggal 27 Juni 2018 mendatang, bukan berasal dari berita yang tidak benar.

"Kak Wari berharap pemimpin-pemimpin baru yang lahir nanti bukan berasal dari berita yang tidak benar adanya atau esek-esek. Sebaiknya hoax itu dibuang atau kita jangan buat itu menjadi viral dan tersebar lebih luas lagi," ungkap Aswari Rivai, Rabu (11/4/2018).

Kemunculan berita hoax jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018, ditanggapi oleh Bupati Lahat sekaligus bakal calon gubernur Sumatera Selatan, Aswari Rivai yang berpotensi untuk mengadu domba antar kandidat.

Baca: Pencarian Hari ke 2 Nenek Jaharia, Tim Evakuasi Sisir Sungai Musi di Empatlawang Hingga 5 Km

Aswari berharap masyarakat dapat lebih cerdas dalam menanggapi beredarnya berita hoax nantinya. Salah satunya dapat dinilai melalui track record kandidat yang dapat menjadi penilaian masyarakat jika terjadi ketidaksesuaian informasi yang diterima.

"Akibat berita hoax akhirnya kandidat yang memenangkan Pilkada ini bisa menyerang kandidat lain. Rekam jejak kandidat itu menjadi penting untuk menangani hal ini. Sebab, rekam jejak bisa menjadikan seorang pemimpin berkualitas.

Alhamdulillah Kak Wari sendiri sudah pernah menjabat Bupati Lahat selama dua periode," kata pengusaha yang berbendera Cendrawasih Bungsu.

Baca: Ingat Sumanto ? Belum Lama ini Kembali Berulah, Pengasuhnya Dibuat Dongkol Tapi Terharu

Pasangan ASRI berharap masyarakat bisa lebih cerdas dalam menilai suatu pemberitaan sebelum pada akhirnya menilai kandidat yang akan dipilih.

Ketua DPD Gerindra Sumatera Selatan ini mengimbuhkan masyarakat untuk tidak menyebarluaskan berita hoax.

Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi pernah mengungkapkan dalam diskusi yang sama dengan Aswari, berita hoax termasuk kepada tindakan manipulatif yang dapat mencederai demokrasi.

Baca: Terdesak Utang, Siswa Ini Nekat Jual Kegadisan Usai Ikuti UN hingga Pengakuannya Buat Miris!

Sehingga pihaknya telah menggandeng Bawaslu, Kominfo, dan pihak terkaitnya untuk melakukan MoU dalam mengantisipasi berita hoax dalam pilkada.

"Tidak hanya KPU yang memerangi, Kominfo sudah menandatangi memorandum nota aksi bersama bagaimana menangani informasi hoax di media sosial. Penanganannya kita efektifkan," kata Pramono. (*)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved