Harga Beras Turun, Harga Gabah di Kabupaten OKU Timur Naik

Biasanya usai petani langsung menjemur dan langsung membawa ke pabrik untuk digiling.

Penulis: Evan Hendra | Editor: Odi Aria Saputra
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Petani saat melakukan penjemuran gabah. Harga beras mengalami penurunan. Sedangkan harga gabah mengalami kenaikan karena stok yang terus menurun. 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Harga beras di Kabupaten OKU Timur terus Mengalami penurunan dalam kurun waktu beberapa minggu terakhir menyusul musim panen yang terus bergulir. Penurunan harga beras tersebut dipicu oleh tingginya stok ditingkat petani yang langsung melakukan penggilingan setelah masa panen.

Disaat harga beras mengalami penurunan, harga Gabah Kering Giling (GKG) justru mengalami kenaikan karena stok yang mulai menurun dan masyarakat yang sudah mulai melakukan penggarapan lahan untuk melakukan penanaman tahap kedua tahun 2018. Kenaikan harga GKG tersebut dipicu oleh terus menipisnya stok di tingkat petani karena petani langsung melakukan penggilingan usai melakukan panen.

"Dalam beberapa minggu terakhir harga beras terus mengalami penurunan. Beberapa bulan sebelumnya harga beras mencapai Rp. 8.500 per kilogram. Namun saat ini harga beras Mengalami penurunan menjadi Rp. 7.700 hingga Rp. 8. 000 per kilogram. Harga tersebut kemungkinan akan terus Mengalami penurunan hingga beberapa minggu terakhir," ungkap Wagiran, salah satu petani di kecamatan Madangsuku II dikonfirmasi Minggu (8/4/2018).

Menurutnya penurunan harga beras tersebut disebabkan karena stok yang melimpah di tingkat petani maupun tingkat pabrik.

Berbeda dengan gabah yang stoknya mengalami penurunan karena petani tidak menyimpan gabah karena khawatir akan mengalami kerusakan selain karena lembab yang dapat menyebabkan berjamur karena cuaca ekstrim.

"Biasanya usai petani langsung menjemur dan langsung membawa ke pabrik untuk digiling.

Bahkan sebagian petani ada yang langsung menggiling dan mengambil setelah menjadi beras.

Ada juga yang langsung menitip ke pabrik atau menjual ke pabrik sehingga stok beras melimpah dan otomatis harga Mengalami penurunan," katanya.

Sedangkan harga gabah kata dia mengalami kenaikan menjadi Rp. 3.700 hingga Rp. 3.800 per kilogram yang sebelumnya hanya Rp. 3.500 sampai Rp. 3.600 per kilogram.

Pembeli gabah kata dia, mulai berani membeli dengan harga tinggi karena stok yang mulai menurun. 

Berbeda dengan beras yang melimpah sehingga menyebabkan penurunan harga di tingkat pabrik.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved