Menurut Studi Terbaru, Bangkrut Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Bagi Anda pencinta film televisi tentu tidak asing dengan adegan kebangkrutan mendadak yang berujung dengan meninggalnya seorang tokoh.

Editor: Bedjo
vsemetri.com
Ilustrasi - Bangkrut. 

SRIPOKU.COM - Bagi Anda pencinta film televisi tentu tidak asing dengan adegan kebangkrutan mendadak yang berujung dengan meninggalnya seorang tokoh. Mungkin banyak orang tak menyangka bahwa adegan tersebut ternyata memang benar adanya.

Dalam sebuat penelitian terbaru, para peneliti menemukan bahwa kebangkrutan mendadak meningkatkan risiko kematian dini.

Berita Lainnya:  Bangkrut dan Terancam Bui, Ahmad Dhani Siap Tuntut Balik Pasca Ganti Rezim, Segini Tuntutan Dhani!

Menurut temuan yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA tersebut, ketika orang kehilangan 75 persen atau lebih kekayaan alias bangkrut, mereka lebih mungkin meninggal lebih awal dibanding dengan orang yang kekayaannya stabil.

Temuan ini didapatkan para peneliti setalah memeriksa bagaimana kehilangan stabilitas keuangan berdampak pada kesehatan seseorang dari waktu ke waktu. Lindsay Pool, salah satu peneliti yang terlibat menyebut bahwa dia dan koleganya mengamati lebih dari 8.700 orang berusia 51 hingga 61 tahun untuk penelitiannya kali ini.

Para peneliti melihat bagaimana peserta yang mengalami "kejutan kekayaan negatif" atau kehilangan 75 persen atau lebih dari total asetnya. Hasilnya, ternyata kejutan tak menyenangkan itu mempengaruhi kematian seseorang.

Dengan masa penelitian 20 tahun, para peneliti melihat 25 persen orang yang bangkrut memiliki peningkatan risiko kematian.

"Ini adalah sesuatu yang jutaan orang lalui," ungkap Pool yang merupakan asisten profesor penelitian obat dan pencegahan di Northwestern University Feinberg School of Medicine, AS dikutip dari Time, Selasa (03/04/2018).

"Ini bukan hal yang langka," tegasnya.

Para peneliti juga menemukan bahwa orang dengan penghasilan rendah memiliki risiko kematian 67 persen. Ini menegaskan bahwa kemiskinan memang mempengaruhi kesehatan dan kehidupan seseorang.

Meski begitu, para peneliti terkejut bahwa kebangkrutan memiliki risiko kematian dini yang sama dengan hal itu.

Selain itu, hubungan antara kerugian finansial dan risiko kematian juga sama di seluruh tingkat penghasilan awal setiap orang.

"Ini bukan penelitian tentang segelintir orang," kata Pool.

Meskipun data menunjukkan bahwa kebangkrutan mempengaruhi risiko kematian seseorang, tapi temuan ini tidak melihat hal itu berdampak langsung pada kesehatan seseorang.

"Hipotesisnya adalah bahwa syok atas kehilangan kekayaan menimbulkan stres, dan stres kronis dalam jangka panjang bisa mempengaruhi hampir semua sistem organ," jelas Pool.

Penulis: Resa Eka Ayu Sartika
Sumber: Time

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://sains.kompas.com/ dengan Judul:
Bangkrut Tingkatkan Risiko Kematian Dini, Menurut Studi Terbaru

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved