Perang Dagang Amerika Serikat-China Memanas, Saham Boeing Menukik Tajam

Saham pabrikan pesawat asal AS Boeing Co menukik tajam, sejalan dengan semakin memanasnya perang dagang antara AS dengan China.

Perang Dagang Amerika Serikat-China Memanas, Saham Boeing Menukik Tajam
BOEING
Ilustrasi - Boeing 787 Dreamliner. 

SRIPOKU.COM , NEW YORK - Saham pabrikan pesawat asal AS Boeing Co menukik tajam, sejalan dengan semakin memanasnya perang dagang antara AS dengan China. Pemerintah China mengumumkan rencana pengenaan tarif impor sebesar 25 persen untuk pesawat asal AS tersebut.

Berita Lainnya:  Donald Trump Bawa Pasar Saham AS Tenggelam di Zona Merah

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (4/4/2018), sebagai balasan atas kebijakan Presiden AS Donald Trump, China bakal mengenakan tarif impor yang termasuk di dalamnya adalah sejumlah varian pesawat Boeing seri 737.

Pesawat berbadan ramping, yang didominasi keluarga Boeing 737 dan Airbus A320, kemungkinan bakal menyumbang dua pertiga pasar aviasi global dalam dua dekade, menurut estimasi Boeing. Saham Boeing anjlok 5,7 persen. Ini adalah pelemahan harian terburuk dalam dua bulan.

Perang dagang AS dan China dipandang bakal memberatkan pertumbuhan ekonomi global. Bagi Boeing sendiri, kondisi ini menimbulkan risiko kekalahan dalam persaingan sengit dengan Airbus di pasar China.

China pun diprediksi akan mengalahkan AS sebagai pasar terbesar dunia untuk pesawat pada tahun 2022. China menyumbang lebih dari seperempat pengiriman pesawat Boeing secara global pada tahun 2017 lalu.

"Airbus akan menjadi pemenang. Ini belum pernah terjadi sebelumnya dan baru permulaan. AS akan kalah telak dari China karena ini," ujar Shukor Yusof, pendiri perusahaan konsultan aviasi Endau Analytics.

Pada perdagangan siang waktu setempat di New York, saham Boeing menukik 4,2 persen, pelemahan terbesar di indeks Dow Jones Industrial Average. Adapun saham Airbus melemah 1,1 persen.

China mengajukan tarif impor untuk pesawat dengan berat antara 15.000 hingga 45.000 kilogram. Jika tarif ini disetujui, maka Boeing akan menghadapi tarif sebesar 30 persen.

Harga pesawat Boeing 737 dan Airbus A320 neo saat ini kira-kira 100 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 1,37 triliun. Boeing sendiri telah mendirikan pusat perakitan pesawat di Zhousan, China dan bakal mulai beroperasi pada tahun ini.

Sementara itu, Airbus juga memiliki fasilitas serupa yang berlokasi di Tianjin. Saat ini, ada sekitar 1.500 pesawat Airbus yang beroperasi di China, termasuk pesawat kargo, dengan pangsa pasar sekira 50 persen.

Penulis: Sakina Rakhma Diah Setia

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://ekonomi.kompas.com/ dengan Judul:
Perang Dagang AS-China Memanas, Saham Boeing Menukik Tajam

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved