Harga Karet Kembali Murah, Petani di Kabupaten OKU Makin Lesu

Harga getah karet ditingkat petani dalam Kabupaten Ogan Komering Ulu terus turun, kondisi ini membuat petani kian lesu

Harga Karet Kembali Murah, Petani di Kabupaten OKU Makin Lesu
Tribun Sumsel
Petani karet di Pali membawa karet untuk dijual ke pengepul, Selasa (13/3/2018) 

SRIPOKU.COM.BATURAJA--- Harga getah karet ditingkat petani dalam Kabupaten Ogan Komering Ulu terus turun, kondisi ini membuat petani kian lesu karena penghasilan sangat tidak seimbang dengan kebutuhan hidup yang terus melonjak naik.

Pada minggu pertama bulan April ini harga komoditas andalan di Kabupaten OKU ini sudah turun lagi menjadi Rp 7.500/kg dari harga sebelumnya  yang masih berkisar Rp 8000/kg.

“ Itu karet yang ditimbang dua mingguan, kalau yang harian lebih murah lagi,’ kata petani karet di Kecamatan Semidangaji kepada SRIPOKU.COM Kamis (5/4/2018).

Menurut petani karet, harga getah karet ditingkat petani sangat tidak seimbang  dengan harga-harga kebutuhan pokok dan biaya hidup lainnya.

Harga beras saja diatas Rp 10 ribu/kg, harga gula pasir satu kilo sudah diatas Rp 13.000/kg, belum untuk biaya sekolah anak.

Seperti dituturkan Ismail (37),  sekarang petani karet betul-betul merana, hasil yang didapat sangat tidak seimbang dengan pengeluaran.

Namun apa mau dikata, petani tidak punya pilihan lain. 

Tuntutan perut mau tidak mau petani tetap menayadap karet dan menjual getahnya dengan harga yang  murah.

“Apo boleh buat, tidak ada sumber penghasilan lain, nak pindah usaha lain juga butuh modal,” keluh ayah dua anak ini dengan nada sedih.

Penulis: Leni Juwita
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved