Ironis, Musim Panen Tiba Harga Beras Masih Tinggi di Kabupaten OKU

Warga menduga karena kurang maksimalnya panen padi sawah membuat petani menahan berasnya

Ironis,  Musim Panen Tiba Harga Beras Masih Tinggi  di Kabupaten OKU
SRIPOKU.COM/LENI JUWITA
Suasana mengerek/memipil padi yang baru dipanen di sawah di Desa Singapura Kecamatan Semidangaji 

SRIPOKU.COM.BATURAJA--- Meskipun sudah memasuki musim panen padi namun harga beras ditingkat eceran tetap tinggi, seperti di Kecamatan Semidangaji Kabupaten OKU harga beras masih dikisaran Rp 10.500/kg .

Beberapa warga masyarakat yang ditemui di Kecamatan Semidangaji Jumat (30/3/2018) menyebutkan  tahun-tahun sebelumnya biasanya pasca panen , harga beras otomastis turun.  

Namun usai panen padi kali  ini harga beras masih terbilang tinggi Rp 10.500/kg, padahal biasanya kalau sudah panen harga beras paling dikisaran Rp 7.500/kg –Rp 8000/kg.  

Seperti dituturkan Ny Wiwin , saat ini beras diwarung masih Rp 10.500/kg padahal petani sawah sudah mulai menjemur padi dan penggilingan padi juga penuh karena banyak yang menggiling padi.

Namun sebagian besar petani padi hanya menggiling padi untuk kebutuhan makan sendiri  dan tidak untuk dijual.

Pantauan dilapangan, sejumlah petani padi mengaku hasil panen padi  kali ini kurang memuaskan, beberapa petani mengaku padi disawahnya kurang bermutu.

“Ado tetanggoku yang sawahnya hanya menghasilkan dua karung,” terang salah seorang petani sawah di Desa Singapura Kecamatan Semiangaji.

Warga menduga karena kurang maksimalnya panen padi sawah membuat petani menahan berasnya untuk keperluan makan sendiri. 

Karena banyak tidak melepas berasnya ke pasar sehingga walaupun sudah musim panen tidak terlalu mempengaruhi harga beras dipasaran. 

Penulis: Leni Juwita
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved