Breaking News:

Samakan Persepsi, Deklarasi Anti Hoax Menuju Pilkada yang Damai

Sinergisitas TNI/ Polri perlu dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh komponen masyarakat.

Penulis: Welly Hadinata | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Pangdam II Sriwijaya, Kapolda Sumsel, Ketua KPU Sumsel, dan sejumlah tokoh masyarakat Sumsel yang menghadiri deklarasi anti hoax menuju pilkada damai di Mapolda Sumsel, Rabu (28/3). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Forum Grup Discussion yang diikuti para tokoh agama, masyarakat, adat dan pemuda yang diselenggarakan Polda Sumsel memastikan untuk menyamakan persepsi agar pilkada serentak di Sumsel berjalan aman dan deklarasi anti hoax, Rabu (28/3).

Dua momen yang dilaksanakan jadi satu ini, menunjukan komitmen bukan hanya TNI/Polri yang siap mensukseskan pilkada serentak, akan tetapi seluruh elemen masyarakat mulai dari para tokoh hingga para pemuda siap mensukseskan pesta demokrasi.

Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto menjelaskan, bila sinergisitas TNI/ Polri tidak perlu diragukan lagi.

Meski tidak diragukan lagi, tetapi sinergisitas TNI/ Polri perlu dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh komponen masyarakat.

"Masih ada masyarakat yang rentan terpancing isu dan provokasi, itulah yang masih perlu disinergikan. Agar tidak mudah terpancing isu dan provokasi," ujar Pangdam.

Karena pesta demokrasi terutama di Sumsel harus berjalan lancar dan aman. Meski ada kemajemukan di Sumsel, buka menjadi penghalang untuk membuat pesta demokrasi berjalan aman dan lancar.

Keberhasilan pilkada di Sumsel, menjadi barometer keberhasilan daerah. Berjalan aman dan lancar, tidak ada konflik menjadi acuan bila Sumsel sama-sama berkomitmen untuk menjaga keamanan demi kesejahteraan masyarakat.

"Harus mempunyai komitmen yang sama dan mengawal bersama-sama jalannya pilkada. Ini demi kita semua, jangan mudah terprovokasi dan terpancing isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat," jelas Putranto.

Sedangkan, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menuturkan, tahun politik atau pesta demokrasi, jangan menjadi momok bagi masyarakat dan juga dijadikan momen pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan isu mulai dari sara hingga isu hoax.

"Masyarakat harusnya memanfaat pesta demokrasi dengan gembira dan bukan mencari kesalahan. Jangan sampai isu agama, sara dan informasi hoax menjadi alat hanya untuk menang di pesta demokrasi," ujar Irjen Zulkarnain.

Memang, di Sumsel dua daerah yakni Pagaralam dan Empatlawang dinyatakan daerah rawan dalam pilkada serentak ini. Tetapi, bisa dikendalikan bila seluruh stakeholder dan masyarakat dapat bersama-sama berperan aktif menjaga keamanan. Sehingga tercipta pilkada yang berjalan aman dan lancar.

"Saya harapkan, dengan kegiatan ini, bisa membangun dan memberikan saran agar sama-sama bisa terwujudnya keamanan, kesejahteraan masyarakat Sumsel dalam pesta demokrasi ini," pungkas kapolda.(bew)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved