Kepala BNN Lubuklinggau: Jangan Khianati Organisasi Kita, Harus Berani Berantas Narkoba

epala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau AKBP Edi Nugroho secara tersirat menegaskan, tantang

Kepala BNN Lubuklinggau: Jangan Khianati Organisasi Kita, Harus Berani Berantas Narkoba
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Kepala BNN Kota Lubuklinggau Edi Nugroho (kiri), saat kegiatan Raker Pemetaan Kawasan Rawan Narkoba dan Sinergitas Pemerdayaan Alternatif dengan TNI/Polri, yang digelar di Hotel Daffam Lubuklinggau, Selasa (27/3/2018). 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau AKBP Edi Nugroho secara tersirat menegaskan, tantangan dalam pemberantasan narkoba memang sangat berat.

Dibutuhkan komitmen bersama untuk memberantasnya.

Namun selaku aparatur negara, apapun tantangan harus dihadapi dan harus hadir untuk negara dalam rangka menyelamatkan generasi muda bangsa dari bahaya narkoba.

"Realita lapangan, ada keterlibatan aparat, bandar yang merasa aman karena dekat dengn aparat.

Ini perlu perhatian kita semua. Jangan sampai seragam kita digunakan bandar untuk melindungi kegiatan mereka," tegasnya saat menanggapi masukan dari para kapolsek diwilayah Polres Lubuklinggau dalam kegiatan Raker Pemetaan Kawasan Rawan Narkoba dan Sinergitas Pemerdayaan Alternatif dengan TNI/Polri, yang digelar di Hotel Daffam Lubuklinggau, Selasa (27/3/2018).

"Jangan menghianati organisasi kita, harus berani berantas narkoba.

Saya banyak dapat ancaman, semua tugas memiliki resiko dan tanggung jawab. Kita baju seragam sama dibiayai negara, harus loyal kepada negara.

Kita ada dan hadir dalam rangka melindungi generasi muda kita, komitmen harus dibangun," sambungnya.

Dikatakan, yang harus dilakukan adalah bagaimana wilayah binaan menjadi wilayah yang zero narkoba.

Seperti misalnya anggota bhabinkamtibmas, dapat melaporkan kalau diwilayahnya rawan penyalahgunaan narkoba.

"Saya terimakasih ataa masukan, ini tantangan kita, ini beban kita bersama.

Bagaimana nanti dari pertemuan ini akan kita kerucutkan model wilayah zero narkoba," katanya.

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved