Supir Truk Batubara di Muaraenim Tewas Ditimpa Truknya Sendiri

Ketika kedua korban sedang memperbaiki mobil, tiba-tiba mobil roboh dan langsung menimpa FZ yang berada tepat disamping mobil.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Truk batubara yang menimpa supirnya hingga tewas di Jalan Lintas PT Servo Gunung Megang Muaraenim. 

Laporan wartawan sriwijaya post, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Naas sekali nasib sopir truk batubara FZ (58) Warga Muaraenim. Ia tewas tertimpa truk batubara yang dikendarainya sendiri. Minggu (18/3).

Sedangkan temannya seorang mekanik ZK (40) menderita luka-luka dan harus dirawat intensif di RSUD Muaraenim.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, Senin (19/3/2018), kecelakaan kerja terjadi di Jalan Lintas Servo,  berawal ketika mobil yang dikendarai FZ milik perusahaan transportir PT Maju Karya Mandiri (MKM).

Truk yang bermuatan Batubara milik DO PT Andalas Sinar Nusantara (ASN) mengalami kerusakan pada as roda di jalan lintas Servo, Desa Gunung Megang Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muaraenim.

Karena kerusakan cukup parah ia dibantu oleh seorang mekanik ZK melakukan perbaikan mobil tersebut.

Karena rusaknya adalah as roda, kedua korban akhirnya mendongkrak mobil dan tidak lupa mengganjalnya untuk safty dengan ban mobil.

Ketika kedua korban sedang memperbaiki mobil, tiba-tiba mobil roboh dan langsung menimpa korban FZ yang sedang berada tepat disamping mobil.

Sedangkan ZK yang posisinya berada agak dibelakang mobil berhasil selamat meski menderita luka-luka cukup parah karena ketika mobil roboh ia sempat mengelak sehingga tidak tertimpa hanya terbentur saja.

Menurut Karim (50) Warga Lahat salah seorang pengurus dari Perusahaan Transportir PT ASN, bahwa Pihaknya akan bertanggung jawab penuh atas musibah yang menimpa kedua korban, dan kejadian ini adalah murni kecelakaan bukan suatu kelalaian, karena pada saat memperbaiki mobil menurut laporan semua prosedur sudah dilakukan oleh kedua korban.

"Kita akan bertanggung jawab atas musibah yang dialami korban, apalagi Pak FZ ini sudah cukup lama bekerja di perusahaan kita dan sudah kita anggap sebagai bapak kita sendiri. Kita juga sangat terkejut dan merasa sangat kehilangan beliau," ujar Karim. (ari)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved