Bila ingin Hari yang Lebih Baik, Jangan Anggap Remeh soal Tidur

Tidur memiliki efek penting bagi kesehatan. Banyak orang sepakat dalam hal itu. Tapi dalam kenyataan, tak banyak yang benar-benar melakukan.

Bila ingin Hari yang Lebih Baik, Jangan Anggap Remeh soal Tidur
Kolase Sripoku.com/Net
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Tidur memiliki efek penting bagi kesehatan. Banyak orang sepakat  dalam hal itu. Tapi dalam kenyataan, tak banyak yang benar-benar melakukan.

Berita Lainnya:  5 Solusi ini Bisa Membantu Tidur Anda!

Survei online yang dilakukan Februari 2018 oleh Harris Poll atas nama Philips, terhadap 15.000 orang dewasa di 13 negara—Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Polandia, Prancis, India, China, Australia, Kolombia, Argentina, Meksiko, Brasil dan Jepang—mendukung fenomena dan mengungkap fakta lain soal tidur. 

Menurut Chief Medical Officer Phillips Sleep & Respitory Care David White, tidur adalah landasan gaya hidup sehat. Tidur yang kurang memadai dapat berdampak langsung pada kesehatan kita.

Secara global, 67 persen responden menganggap bahwa tidur berdampak penting bagi keseluruhan kesehatan mereka. Sayangnya, mereka tidak menganggap itu bagian dari gaya hidup sehat, karena hanya 29 persen yang merasa bersalah tidak menjaga pola tidur. 

Bahkan, angka ini lebih rendah dibandingkan dengan keinginan mereka untuk berolahraga secara rutin, 3-4 kali dalam seminggu dimana sebanyak 49 persen mengangapnya penting, dan menjaga makan sehat sebanyak 42 persen.

Survei ini menunjukkan bahwa banyak orang masih belum memprioritaskan tidur ketimbang berolahraga atau mengkonsumsi makanan sehat, walaupun mengetahui bahwa tidur itu penting untuk kesehatan secara keseluruhan.

“Semakin kita mengerti bagaimana dampak tidur pada segala hal yang kita lakukan, semakin bisa kita menyesuaikan gaya hidup kita dan menemukan solusi yang membantu kita tidur dengan lebih baik,” kata White.

Dari survei ini juga terungkap, sekitar 61 persen responden memiliki beberapa jenis masalah medis yang memengaruhi tidur mereka. Penyebab susah tidur lainnya adalah rasa kekhawatiran sekitar 58 persen, distraksi teknologi 26 persen, insomnia 26 persen dan mendengkur 21 persen.

Nah, menariknya, dampak kekurangan tidur ini tak main-main.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved