Ini 3 Alasan Mengejutkan Mengapa Menteri Agama Ngotot Naikkan Biaya Haji 2018

kenaikan harga avtur (bahan bakar pesawat,kenaikan PPN (pajak pertambahan nilai) Arab Saudi sebesar 5 persen jadi alasan biaya haji ikut naik.

Ini 3 Alasan Mengejutkan Mengapa Menteri Agama Ngotot Naikkan Biaya Haji 2018
KOMPAS.COM/Ambaranie Nadia K.M
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di kompleks PTIK, Jakarta, Kamis (26/1/2017). 

SRIPOKU.COM -- Biaya haji 2018 ini naik menjadi Rp 35.235.602. tetapi jumlah makan jemaah bertambah menjadi 40 kali.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam jumpa pers di Ruang Rapat Komisi VIII DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Dilansir SRIPOKU.COM dari TRIBUNJAKARTA.COM, Lukman mengatakan angka tersebut tergolong kecil jika diukur dari tiga alasan utama dibalik kenaikan ongkos haji tersebut.

Lukman menyebut alasan pertama yakni adanya kenaikan PPN (pajak pertambahan nilai) Arab Saudi sebesar 5 persen, mencakup seluruh keperluan yang dibutuhkan para jamaah di negara tersebut.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. 

Kebutuhan dimaksud yaitu catering, transportasi, termasuk barang dan jasa.

"Bandingkan dengan tiga variabel utama tadi itu, kenaikan PPN (Arab Saudi) yang 5 persen itu berlaku kepada semua catering, transportasi, semua barang dan jasa," kata Lukman.

Alasan kedua, kenaikan harga avtur (bahan bakar pesawat).

Ia menyebut lebih dari 50 persen biaya haji dihabiskan untuk keperluan bahan bakar pesawat.

"Sebanyak 78 persen dari total biaya haji itu adalah untuk pesawat udara," jelas Lukman.

Harga avtur menjadi alasan paling krusial dibalik kenaikan BPIH. "Dari seluruh komponen pembiayaan pesawat udara itu, avtur merupakan paling tinggi," ujar Lukman.

Halaman
123
Editor: wartawansripo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved