Lawan Hoax, Diskominfo Muba Siapkan 100 Relawan

Kabupaten Muba melalui DinKominfo dalam menangkal konten yang negatif menggandeng Forum Suara Pemuda Sumatera Selatan

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Budi Darmawan
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Sripoku.com : Fajeri Ramadhoni

  • SRIPOKU.COM, SEKAYU - Perkembangan teknologi berbasis internet saat ini sudah sangat berkembang pesat, konten positif dan negatif banyak dikonsumsi oleh semua kalangan tanpa mengetahui kebenarannya. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Muba melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (DinKominfo) dalam menangkal konten-konten yang negatif yakni dengan menggandeng Forum Suara Pemuda Sumatera Selatan (FSPSS) Muba.

Plt. Kepala Dinkominfo Muba, Dicky Meiriando, mengatakan saat ini perkembangan teknologi sudah sangat maju sekali apalagi penggunaan internet yang sudah menjadi makanan sehari-hari bagi netizen. Dampak dari berita negatif di medsos sangat berbahaya sekali, oleh karena itu kita menggandeng FSPSS yang merupakan organisasi kepemudaan bermarkas di Kecamatan Keluang Kabupaten Muba

"Kenapa kita menggandeng FSPSS karena organisasi kepemudaan ini mempunyai banyak kemampuan didalamnya. Oleh karena itu FSPSS Muba ini siap menjadi volunteer Messenger of Muba,"kata Dicky, Minggu (11/3/18).

Lanjutnya, sebagai volunteer Messenger of Muba nanti akan mengemban misi untuk menyebarkan konten-konten positif dan meng-counter konten-konten negatif tentang Kabupaten Muba di media sosial.

"Seperti kejadian beberapa waktu lalu mengenak postingan jalan di Muba rusak berat, padahal postingan tersebut merupakan foto satu lalu. Kita tidak ingin berita-berita seperti itu ada lagi, dan ini merupakan tugas FSPSS,"ungkapanya.

Pihaknya juga menghimbau bagi admin media sosial baik Facebook, Instagram dan lainnya jika ingin memposting foto atau tulisan yang bersifat informasi publik telah diverifikasi kebenarannya, bagaimana kondisi terkininya dan meminta klarifikasi terlebih dahulu kepada pihak-pihak terkait sebelum informasi publik disampaikan.

"Informasi yang akan disebarkan harus memiliki data yang real, sehingga tersampaikan secara berimbang tanpa menyudutkan dan merugikan salah satu pihak. Selanjutnya kami menghimbau menjadikan akun medsos sebagai media memperat silaturahmi, mendorong kepada kebaikan dan tidak menimbulkan permusuhan dan kebencian,"jelasnya.

Sementara, Ketua FSPSS Muba, Andriyadi, mengatakan pihaknya siap menjadi volunteer atau relawan dalam mendukung Program Messenger of Muba yang digagas oleh Dinkominfo Muba.

"Kita memiliki 100 orang anggota yang nanti akan disiapkan menjadi volunteer, menurut kami ini merupakan hal positif dan perlu di dukung, karena manfaatnya besar. Kami akan memulainya dari hal-hal yeng terkecil seperti mengklarifikasi suatu informasi publik yang disebarkan di media sosial, sehingga warganet tidak terpengaruh oleh informasi yang bersifat hoax yang sengaja dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab,"ungkapnya. (cr13)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved