Siswa Gugat Kepsek

Kadisdik Provinsi Turun Tangan Bubarkan Aksi Ratusan Siswa Gugat Kepsek

Tidak percaya dengan kepala sekolah, ratusan siswa SMAN 19 Batam, Kepulauan Riau gugat kepala sekolah

Editor: Salman Rasyidin
kompas.com
Siswa-siswi yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 19 Batam menggelar aksi damai. Mereka menilai kepala sekolah mereka diduga menggelapkan dana sekokah, di antaranya mengambil dana sumbangan dan dana Program Indonesia Pintar (PIP) dengan alasan untuk disalurkan ke dana SPP. Siswa-siswi yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 19 Batam menggelar aksi damai. Mereka menilai kepala sekolah mereka diduga menggelapkan dana sekokah, di antaranya mengambil 

Ratusan Siswa Gugat Kepsek, Kadisdik Provinsi Turun  Tangan

 SRIPOKU.BATAM -- Tidak percaya dengan kepala sekolah, ratusan siswa SMAN 19 Batam, Kepulauan Riau gugat kepala sekolah  kadisdik Provinsi turun  tangan.

Tujuh siswa SMA dan SMP diamankan di kantor Sat Pol PP karena kedapatan berkeliaran saat jam belajar, Selasa (21/11/2017).
Tujuh siswa SMA dan SMP diamankan di kantor Sat Pol PP karena kedapatan berkeliaran saat jam belajar.SRIPOKU/ilustrasi 

Gugatan dalam bentuk aksi tersebut dilakuikan ratusan siswa dalam bentuk unjuk rasa di depan sekolah untuk menuntut agar kepala sekolah diganti karena tidak transparan mengenai keuangan.

Untuk membubarkan aksi tersebut  Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Arifin Nasir turun tangan membubarkan aksi damai siswa-siswi SMAN 19 Batam, Senin (12/3/2018).

Pembubaran itu dilakukan karena ratusan siswa itu berunjuk rasa di depan sekolah untuk me­nuntut agar kepala sekolah diganti karena tidak transparan mengenai keuangan.

Siswa-siswi yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 19 Batam itu menduga kepala sekolah mereka menggelapkan dana sekokah, di antaranya mengambil dana sumbangan dan dana Program Indonesia Pintar (PIP) dengan alasan untuk disalurkan ke dana SPP.

Ketua OSIS SMAN 19 Batam, Andre, mengatakan, para siswa hanya meminta penjelasan kepala sekolahnya terhadap aliran dana tersebut.

 "Dana PIP itu untuk para siswa, bukan untuk keperluan sekolah seperti pengganti untuk dana SPP," ujar Andre, Senin (12/3/2018).

Dana PIP menurut Andre merupakan program pemerintah untuk mencerdaskan siswa-siswi yang ada di suatu sekolah.

"Jadi tidak ada alasan untuk diambil dan disalurkan ke hal yang lain, apalagi untuk SPP," ungkap Andre.

 Selain itu, kepsek diduga memanipulasi data dari bendahara OSIS dan tidak transparan soal dana BOS.

 "Karena tidak ada jawaban dari pihak kepala sekolah, makanya kami memutuskan aksi damai ini.

Kami minta agar kepala sekolah kami diganti dengan kepala sekolah yang transparan demi kemajuan sekolah dan siswanya," ujar Andre.

Namun, aksi mereka tidak berjalan lama karena keburu dikunjungi Kadisdik Provinsi Kepri yang kebetulan sedang berada di Batam.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved