Pengrusakan Rumah Ibadah Bukan Cerminan Masyarakat Sumsel. Ini Sorotan Pemerhati Sosial

Drs Bagindo Togar Butar Butar sebagai pemerhati sosial menilai pengrusakan rumah ibadah bukan cerminan masyarakat Sumsel.

SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDeS) Drs Bagindo Togar Butar Butar 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDeS) Drs Bagindo Togar Butar Butar sebagai pemerhati sosial menilai pengrusakan rumah ibadah bukan cerminan masyarakat Sumsel.

Semua pihak berharap aga kejadian pengrusakan dan juga pembakaran rumah Ibadah Gereja Katholik Paroki Ratu Rosario Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan ini, tidak akan pernah terulang lagi.

"Sesungguhnya, tindakan tak terpuji dari para pelaku pengrusakan, bukan cermin masyarakat Sumsel yang sudah Live in dan teruji dalam menjalani Interaksi Sosial yang berbeda keyakinan atau beragama," ungkap Bagindo, Sabtu (10/3/2018).

Lebih jauh kemampuan warga Sumsel berkomunikasi secara Intens dalam sistem sosial yang cenderung beragam serta pluralistik.

Selama ini trend keharmonisan sangat dinamis juga saling memiliki kemampuan untuk mengapresiasi atas keberadaan unit atau kelompok kelompok masyarakat yang tersebar di seluruh daerah Provinsi ini.

"Artinya, peristiwa diatas, bukan representasi perilaku masyarakat domestik atau lokal, yang senyatanya sangat mampu dan konsen untuk hidup berdampingan dalam varian perbedaan nilai spiritual, moral dan sosial," kata mantan Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IKA FISIP) Unsri.

Saling menghormati pandangan sebagai penganut antar umat beragama menurutnya, menjadi kebutuhan rakyat daerah ini. Ekspresi dan tata nilai bertoleransi masyarakat Sumsel sejati, sangat jelas tidak akan pernah tergerus oleh pengaruh pihak pihak manapun, yang berupaya mengganggu "Konstruksi Sosial Kemasyarakatan" yang telah nyaman berdampingan hidup.

Walau berbeda berbeda keyakinan Iman dan latar belakang sosial. Kejadian yang tak diinginkan diatas, kelak akan memberi pelajaran serta manfaat bagi penguatan solidaritas maupun kolektivitas masyarakat Sumsel.

"Warga Sumsel sejati, tak kan pernah memberi ruang dan peluang bagi oknum atau kelompok manapun yang bisa "mengusik" kebersamaan serta persaudaraan sesama masyarakat daerah kita ini," katanya.

Apalagi, saat saat ini semua lapisan publik Sumsel tengah dihadapkan dalam momentum Pilkada Serentak Juni 2018. Setiap warga yang punya hak pilih diharapkan partisipasinya untuk mensukseskan kontestasi demokrasi, agar berlangsung meriah, dinamis, bermutu tapi kan berakhir damai.

"Serta Perhelatan Asian Games Agustus 2018, tentu butuh situasi dan kondisi sosial yang aman, nyaman juga sambutan aktif masyarakat nan ramah tamah," pungkasnya. (Abdul Hafiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved