BPPD Lakukan Pemetaan untuk Mencari Sumber PAD Baru

Pemetaan ini dilakukan karena selama ini belum ada pembaharuan terhadap data wajib pajak di Palembang.

SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Khairul Anwa, Kabid Pajak Bumi dan Bangunan (BPPD) Kota Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang di sektor pajak, Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang melakukan pemetaan potensi pajak.

Pemetaan pajak dilakukan mulai dari kecamatan.

Kepala Bidang (Kabid) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Khairul Anwar, Kamis (8/3) mengatakan, pihaknya akan melakukan pembentukan pemetaan data spesial seperti yang saat ini sedang dilakukan.

Pemetaan ini dilakukan karena selama ini belum ada pembaharuan terhadap data wajib pajak di Palembang.

Seperti di Sukarami, Pemkot sudah membentuk pemetaan data spesial, dan menjadi kecamatan percontohan terhadap pemetaan sumber-sumber pajak baru.

"Tadinya Kecamatan Sukarami saat masuk kami akan melakukan updating, tapi pada kenyataannya data spesial yang memiliki cukup banyak koordinatnya. Artinya, masih cukup banyak potensi dari wilayah tersebut," ujarnya.

Dikatakannya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus dapat lebih kompak dalam mendorong peningkatan PAD dari sektor pajak dan retribusi. Sebab, pihaknya akan mampu bekerja sendiri.

Karena pajak dan retribusi bukan hanya tugas BPPD Kota Palembang, tapi ada peran OPD terkait.

"Upaya jemput bola memang harus dilakukan. Karena masyarakat terkadang bukan tidak mau membayar kadang mereka lupa. Rencananya mendekati batas akhir kami akan lakukan upaya jemput bola," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Irul berharap masyarakat tidak menjadikan pajak sebagai beban, tapi jadikanlah sebagai ibadah. Karena, pajak yang dari masyarakat yang dikelola Pemkot Palembang akan dikembalikan lagi ke masyarakat. Seperti peningkatan sarana pendidikan, pembangunan insfrastruktur dan lain-lain.

"Sementara 2018 ini, target PBB sebesar Rp190 miliar naik sebesar Rp40 miliar. Sedangkan untuk target BPHTB sebesar Rp132 miliar dari Rp122 miliar. Untuk jenis pajak lain juga mengalami kenaikan," ujarnya.(cr5)

Penulis: Siti Olisa
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved