Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Belum Bisa Dilaksanakan di Seluruh Madrasah di Sumsel

Yang jelas pelaksanaan UNBK lebih efisien dari segi pengawasan dan siswa lebih disiplin serta mandiri dalam menjawab soal

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Belum Bisa Dilaksanakan di Seluruh Madrasah di Sumsel
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Ilustrasi: Aktivitas sejumlah siswa sebagai peserta UN yang mengikuti pelaksanaan UN berbasis komputer di SMA Negeri 11 Palembang. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Yuliani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tak hanya sekolah umum, Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) juga belum bisa diterapkan seratus persen oleh madrasah.

Tercatat ada tiga daerah di Sumsel yakni Empatlawang, OKU Selatan dan Muratara yang madrasahnya belum siap melaksanakan UNBK ini.

Hal tersebut dikarenakan madrasah di tiga daerah tersebut belum memiliki sarana komputer dan jaringan internet.

Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumsel, Kushrin, mengatakan, dari total 22 Madrasah Aliyah (MA) negeri sebanyak 70 persen akan melaksanakan UNBK.

"Sedangkan dari 33 Madrasah Tsanawiyah (MTS) negeri baru 40 persen itu yang melaksanakan UNBK," ujar Kushrin kepada Sripoku.com, Jumat (2/3/2018).

Kushrin mengungkapkan, MA dan MTs Negeri yang belum melaksanakan UNBK rata-rata berada di tiga daerah tersebut terkendala sarana seperti komputer dan jaringan.

"Jadi tahun ini kita tidak bisa memaksa untuk melaksanakan UNBK," jelasnya.

Apalagi kebanyakan di daerah UNBK di madrasah baru tahun ini dilaksanakan.

Kendati demikian, ia berharap tahun depan semua MA dan MTs negeri dapat melaksanakan UNBK.

"Yang jelas pelaksanaan UNBK lebih efisien dari segi pengawasan dan siswa lebih disiplin serta mandiri dalam menjawab soal," ujarnya.

Ia mengungkapkan, madrasah yang terkendala dari segi sarana seperti komputer bisa meminta bantuan dari orang tua siswa dengan catatan tidak menentukan nominal uang sumbangan untuk pembelian komputer.

Selain itu, siswa yang tidak mampu tidak boleh diminta uang sumbangan.

"Berdasarkan Peraturan Kementrian Agama Nomor 66 tahun 2016, madrasah diperbolehkan meminta bantuan sumbangan kepada orang tua siswa untuk pembelian sarana.

Tapi siswa kurang mampu tidak boleh diminta sumbangan," terangnya. (Sripoku.com/Yuliani)

Penulis: Yuliani
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved