Kapolda Sumsel: Santri Tahfiz Alqur'an di Ogan Ilir Bisa Masuk Polisi Gratis

Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Zulkarnain mengatakan bagi santri yang memiliki kemampuan dalam menghafal kitab suci Alqur'an bisa masuk Polis

Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Odi Aria Saputra
SRIPOKU.COM/BERRY SUPRIYADI
Saat tiba di Ponpes Al-Ittifaqiah Inderalaya Ogan Ilir, Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Zulkarnain disambut para santri. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, INDRALAYA--Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Zulkarnain mengatakan bagi santri yang memiliki kemampuan dalam menghafal kitab suci Alqur'an bisa masuk Polisi dengan cuma-cuma. Ini diungkapkan orang nomor satu dijajaran Mapolda Sumsel saat berkunjung ke pondok pesantren (Ponpes) Al-Ittifaqiah Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir (OI), Jumat (2/3) pukul 11.00.

Kegiatan yang bertajuk menjalin silaturahmi dengan kalangan ulama di Kabupaten OI. Dalam kunjungan ini, Kapolda memberikan wejangan kepada sejumlah santri untuk selalu terus belajar dan berkontribusi dalam pembangunan di sumsel.

"Bagi yang hafal Alqur'an 2 sampai 30 juz diikhtiarkan masuk polisi dengan gratis," ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Zulkarnain.

Kapolda mengajak para kalangan ulama dan santri untuk terus mengawal NKRI terutama saat berlangsungnya Pemilukada hendaknya jangan terkotak-kotak.

"Pemilukada merupakan pesta demokrasi lima tahunan untuk itu mari sukseskan dan pilih pemimpin yang sesuai dengan hati nurani," ujar Kapolda.

Diwaktu bersamaan, Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Zulkarnain juga mengatakan, dalam menjaga keamanan lingkungan masyarakat bukan hanya tugas dari Kepolisian saja. Melainkan tugas semua pihak.

Lanjut Kapolda, dalam waktu dekat Sumsel akan menjadi tuan rumah event Internasional yakni Asian Games 2018 untuk itu dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat mensukseskan kegiatan tersebut.

"Sebagai tuan rumah yang baik mari kita bersama-sama untuk mensukseskan kegiatan Asian Games," terang Kapolda.

Sementara, Mudir Ponoes Al-Ittifaqiyah KH Mudriq Qori mengatakan dalam sambutannya NKRI merupakan harga mati dan mencintai negara merupakan sebagian dari pada iman oleh sebab itu seluruh santri dikampus PPI ini dibekali untuk selalu menerima perbedaan dalam kebersamaan.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved