Parkir Kawasan Merdeka

Hanya Kadis dan Sekretaris Yang Boleh Parkir, Pegawai Ngotot Parkir di Merdeka

Yang boleh parkir di sekitar kantor ini hanya kepala dinas dan sekertaris, sedangkan kabid dan pegawai lainnya harus parkir di kantong parkir.

Hanya Kadis dan Sekretaris Yang Boleh Parkir, Pegawai Ngotot Parkir di Merdeka
SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Sekda Harobin Mastofa. 

Hanya Kadis dan Sekretaris Yang Boleh Parkir, Pegawai Ngotot Parkir di Merdeka

PALEMBANG, SRIPO -- Sejak diterapkan sistem kantong parkir untuk pegawai Pemkot Palembang, masih banyak pegawai yang enggan memarkirkan kendaraannya di kantong parkir. Mereka tetap ngotot parkir di sepanjang jalan Merdeka.

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Harobin Mastofa, usai Rapat
Penataan Parkir di BKB dan Lingkungan Pemkot, Jumat (2/3) mengatakan, setelah dievaluasi masih banyak pegawai yang memarkirkan kendaraan di lingkungan kantor di Jl Merdeka, padahal sudah disiapkan kantong parkir.

"Yang boleh parkir di sekitar kantor ini hanya kepala dinas dan sekertaris, sedangkan kabid dan pegawai lainnya harus parkir di kantong parkir. Nanti akan kami cek ke lapangan, kalau masih ada yang melanggar, maka kami perintahkan agar Dishub melakukan tilang, dengan mengunci kendaraan yang masih melanggar ini,"ujarnya.

Harobin juga mengatakan, shuttle bus yang sudah disiapkan juga jarang sekali penuh. "Setiap harinya hanya ada tujuh penumpang paling banyak. Tapi kami minta ke SP2J agar shuttle bus ini tetap berjalan, mudah-mudahan ke depannya agar penuh," ujarnya.

Adapun permasalahan lain yang menyebabkan pegawai pemkot enggan parkir di kantong parkir ini karena ditarik bayaran oleh oknum tertentu. Sementara untuk penataan parkir di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) akan diterapkan one gate system.

Untuk merealiasisakan ini, saat ini masih dalam tahap pembahasan dititik mana yang akan dibuat pintu masuknya. Karena sebelum masuk kawasan ini ada lampu merah, jika tidak ditentukan secara cermat akan menyebabkan penumpukan kendaraan.

"Saat ini kami juga sudah menunjuk investor untuk pembuatan one gate system ini. Namun untuk tarif parkir belum ditetapkan, mereka kemarin mintanya tarif progresif. Nanti itu ada hitungannya lagi. Tapi untuk pegawai Pemkot harus gratis, nanti akan dipasang stiker di kendaraan pegawai Pemkot," ujarnya.

BACA EDISI CETAK Harian Umum Sriwijaya Post, Jumat (2/3) Besok

Penulis: Siti Olisa
Editor: Dewi Handayani
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved