Pernah Masuk Daerah Terkumuh, Ternyata Sampah di Palembang 1200 Ton Perhari

Namun dibalik semua itu, Kota Palembang saat ini termasuk kedalam kategori 10 kota terbaik dalam penanganan sampah di seluruh Indonesia.

Pernah Masuk Daerah Terkumuh, Ternyata Sampah di Palembang 1200 Ton Perhari
SRIPOKU.COM/Rahmad Zilhakim
sampah 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANGSampah masih menjadi persoalan utama Kota Palembang.

Berbagai masalah kebersihan kerap kali masuk menjadi catatan.

Hal ini terlihat dari masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah, baik di sungai ataupun pinggir jalan.

Namun dibalik semua itu, Kota Palembang saat ini termasuk kedalam kategori 10 kota terbaik dalam penanganan sampah di seluruh Indonesia.

Dimana, penangan sampah tersebut, dinilai dari pengolaan sistem sanitary landfill (Ditumpuk) serta permamfaatan limbah organik menjadi bahan berharga. 

Saat dihubungi melalui sambungan telpon, Rabu (28/2), Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Faizal AR mengungkapkan, sejauh ini Kota Palembang masuk dalam jajaran terbaik pengelolaan limbah dan sampah.

“Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) nomor 18 tahun 2018 tentang penanganan sampah, Kota Palembang masuk kategori 10 besar terbaik di Indonesia. Sekarang saya masih menghadiri rapat bersama Pak Presiden dan perwakilan dari daerah lain untuk mengesahkan keputusan tersebut,” ujarnya.

Faizal mengatakan, meski sampah organik dari limbah rumah tangga di Kota Palembang semakin meningkat akhir-akhir ini.

Namun, tetap bisa dimanfaatkan, seperti mengubah tumpukan sampah baik non organik maupun organik menjadi kompos. 

Halaman
123
Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved