Lestarikan Tradisi, Warga Bayung Lencir Akan Angkut Rumah Ramai-Ramai

Tradisi gotong royong itu dilakukan oleh sejumlah masyarakat dengan mengangkut rumah dengan bantuan sebanyak 40 orang.

Lestarikan Tradisi, Warga Bayung Lencir Akan Angkut Rumah Ramai-Ramai
SRIPOKU.COM/ardani
Sejumlah masyarakat Desa Lubuk Harjo, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin , Senin (26/2/18) ketika melakukan tradisi gotong royong mengangkat rumah. 

Laporan Waratawan Sriwijaya Post : Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Tradisi gotong royong yang katanya sudah banyak ditinggalkan masyarakat modern saat ini, ternyata hal tersebut terbantahkan dengan hal unik yang dilakukan sejumlah masyarakat di Desa Lubuk Harjo, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin , Senin (26/2/18). Tradisi gotong royong itu dilakukan oleh sejumlah masyarakat dengan mengangkut rumah dengan bantuan sebanyak 40 orang.

Rumah yang diangkat beramai-ramai yakni rumah milik Selamet (44) yang diangkat oleh masyarkat sebanyak kurang lebih 40 orang. Rumah tersebut dibeli dari Ujang 50) warga Rt 06 Desa Lubuk Harjo Kecamatan Bayung Lencir Muba.

Pemindahan rumah tersebut juga dilakukan oleh perangkat desa yang di komandoi oleh , Kepala Desa Lubuk Harjo Mulyadi, menurutnya gotong royong seperti ini sudah biasa dikalangan warga Desa Lubuk Harjo, awalnya sedikit warga yang membantu, namun seiring berjalannya menuju tempat yang dituju, warga yang melihatpun turut berpartisipasi memikul kerangka rumah milik Selamet tersebut.

"Tradisi ini sebetulnya sudah berlangsung sejak lama semenjak dibukanya Desa Lubuk Harjo tahun 1999 hingga 2006 itu masih sering ada. Tetapi hingga 2006 sudah mulai jarang dan baru sekarang terlihat lagi guyub rukun seperti ini," kata Mulyadi.

Menurutnya tradisi seperti ini mengingkatkan rasa gotong royong dan persaudaraan, nilai kebersamaan yang sangat bagus di lestarikan. "Canda tawa seperti ini yang selalu kami rindukan disela-sela rutinitas sehari-hari,"ujarnya.

Sementara, Suyadi (54) warga Desa Lubuk Harjo yang turut membantu dirinya mengaku awalnya dia hanya lewat hendak akan bekerja namun karena berpapasan dengan warga yang sedang memikul sehingga turut membantu.

"Gotong royong mas, kalau tidak dibantu malu mas sama yang lain. Kegiatan ini kepedulian kepada para generasi penerus" ujarnya. (cr13)

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved