BBM Naik, Wong Kito Kecele. Minim Sosialisasi, Naiknya Dinilai Terburu-buru

Bahan Bakar Minyak (BBM) Non subsidi yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero), pada 24 Febuari lalu, membuat masyarakat Palembang kecele.

BBM Naik, Wong Kito Kecele. Minim Sosialisasi, Naiknya Dinilai Terburu-buru
SRIPO/RANGGA
Kenaikan BBM telah dirasakan oleh masyarakat Palembang sejak beberapa hari lalu. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Non subsidi yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero), pada 24 Febuari lalu, membuat masyarakat Palembang kecele.

Pasalnya kenaikan ini tidak melalui mekanisme sosialisasi oleh pihak Pertamina dan Pemerintah.

Kenaikan ini merupakan imbas dari naiknya harga minyak mentah dunia. Kenaikan pun terjadi merata di seluruh Wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

Kenaikkan harga pun bervariasi. Dari pantauan Sripo di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di dua lokasi berbeda di Kota Palembang, Senin (26/2/2018).

Dari dua lokasi  tersebut, keduanya telah menaikan tarif bahan bakar non subsidi. 

Hal ini diungkapan oleh Tia karyawan SPBU 24.301.111 di Jalan Kolonel Haji Barlian.

Menurutnya kenaikan ini sudah dua hari terjadi dan merupakan  intruksi pusat kepada setiap pengelola untuk menyesuaikan harga pasar. 

“Sudah dua hari naik, sejauh ini belum ada keluhan dari masyarakat akibat kenaikan harga BBM non subsidi tersebut,” ujarnya.

Di Kota Palembang sendiri harga BBM nonsubsidi telah mengalami kenaikan.

Seperti halnya Pertamax yang sebelumnya Rp 8.600 per liter menjadi Rp 9.000 per liter. Untuk Pertamax Turbo dari sebelumnya Rp 9.650 per liter menjadi Rp 10.100 per liter.

Halaman
12
Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved