Tahun Ini Pemprov Sumsel Prioritaskan Perbaikan Jalan Rusak Propinsi

Rusaknya sejumlah ruas jalan propinsi di kabupaten kota di Sumsel akan segera diperbaiki Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Propinsi Sumatera Selatan.

Tahun Ini Pemprov Sumsel Prioritaskan Perbaikan Jalan Rusak Propinsi
ilustrasi SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Salah satu titik jalan alternatif Kayuagung-SP Padang-Jejawi-Palembang yang rusak parah akibat sering dilewati truk bertonase besar mengangkut material untuk pembangunan jalan tol Kayuagung-Palembang. Gambar diambil Kamis (23/11/2017). 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post Yandi Triansyah 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Rusaknya sejumlah ruas jalan propinsi di kabupaten kota di Sumsel akan segera diperbaiki Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Propinsi Sumatera Selatan.

Mulai dari perbatasan Kayu Agung, SP Padang, Jejawi, akan menjadi prioritas perbaikan pada tahun 2018 ini.

Pihak Dinas PU BMTR saat ini melakukan penanganan perbaikan ruas jalan tersebut, karena sudah menjadi agenda utama pihak Pemprov Sumatera Selatan, selain ditangani dana pemeliharaan dan akan dilanjutan dengan rekonstruksi melalui usalan DAK perubahan tahun ini.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel, Ucok Hidayat, mengatakan, ruas jalan Plaju batas OKI-Kayu Agung sepanjang 55, 40 KM dengan kondisi rusak sepanjang 14 KM sudah menjadi perhatian Pemprov Sumsel, saat ini ditangani melalui dana pemeliharaan tahun anggaran 2018 dan akan dilanjutkan dengan rekonstruksi melalui usulan DAK perubahan 2018.

" Memang masih banyak penanganan jalan yang perlu dilakukan, namun hal ini sudah menjadi agenda utama Dinas PU BMTR Sumsel dalam memprogramkan rekonstruksi jalan rusak dibeberapa titik wilayah Sumsel pada tahun 2018.”ujarnya, Jumat (23/2) saat dihubungi.

Sementara itu Muchtar MA. selaku kepala bidang (kabid) jalan PU BMTR Sumsel ketika ditemui di kantornya membenarkan adanya penanganan diruas jalan tersebut.

Pihaknya sedang memaksimalkan penanganan ruas jalan itu, kalau kondisi rusak ada banyak faktor penyebabnya. selain keterbatasan dana, curah hujan yang tinggi, dan ditambah lagi dengan overloadnya muatan kendaaran proyek yang melintas di jalan tersebut.

“memang benar saat ini ada penanganan diruas jalan itu, namun kita terkendala keterbatasan dana, ditahun kemarin 2017 ruas jalan sepanjang 55 KM itu kita hanya memiliki dana 3,8 miliar. Alhasil hanya bisa memperbaiki sepanjang 1,5 KM, yakni pekerjaan aspal 1 km dan beton 500 meter, selain itu tutupin lobang” katanya.(*)

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved