Breaking News:

Berfoto di Jembatan Ampera, Nanang Ditodong. Diancam Pakai Golok, Motor dan Handphone Lenyap

" Kami tidak ingat pak wajahnya. Saat kami hanya ingin berfoto ke ampera, usai pulang kuliah. Tiga orang pelaku ini

Sripoku.com/Andy Wijaya
Nanang dan temannya Febri melapor ke Polresta Palembang, karena sudah jadi korban curat di atas jembatan Ampera, Kamis (22/2/2018). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Mampir ke Jembatan Ampera untuk berpose foto,
namun hal ini malah membuat Nanang Arwandi (20), seorang mahasiswa,
warga jalan Basuki Rahmat Lorong Zuriah Kecamatan Kemuning, Palembang
dan Temannya, Febri Eko Setiono (19), menjadi korban curat (pencurian
dengan pemberatan).

Hal inilah membuat Nanang melapor ke Polresta Palembang. Kepada petugas pengaduan, Nanang menuturkan kejadian tersebut terjadi, Kamis (22/2), sekitar pukul 14.00.

Dimana saat itu ia baru saja pulang dari kuliah, dan hendak pulang ke kosan.

Namun saat melintas di jembatan Ampera, Nanang dan Febri pun hendak berfoto di Ampera.

Usai berfoto, tiba-tiba ada tiga pelaku mendatanginya, dan langsung mengeluarkan sajam sejenis golok, mengancamnya untuk menyerahkan barang berharga dan kunci motor.

Karena tak berani melawan pelaku saat itu Nanang pun dengan rela menyerahkan motornya dan 2 Hpnya kepada pelaku.

" Kami tidak ingat pak wajahnya. Saat kami hanya ingin berfoto ke ampera, usai pulang kuliah.

Tiga orang pelaku ini tiba-tiba langsung mendekati kami dan langsung menodong saya dengan golok, untuk
menyerahkan kunci motor dan hp. Karena tidak bisa melawan terpaksa saya berikan," ungkapnya kepada petugas SPKT.

Lanjut Nanang, usai melakukan aksinya pelaku ini langsung kabur berbonceng tiga," saya sudah teriak pak, tapi tidak ada satu warga pun menolong saya.

Namun saat ini kondisi jala ramai," katanya.

Atas kejadian ini, Nanang pun harus kehilangan motornya jenis honda Beat Stret warna Hitam bernopol BG 6900 BAJ, Hp Samsung Silver dan Hp Oppo A37.

" Saya berharap pelaku bisa ditangkap pak, karena sudah meresahkan warga.

Apalagi kejadian ini di atas jembatan ampera. Jika ini terus terjadi mana ada warga yang mau lagi main ke Ampera," harapnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, melalui Kasubag Humas Iptu Samsul membenarkan adanya laporan korban, laporan korban sudah diterima pihaknya.

" laporan sudah kita terima dan
akan segera kita tindaklanjuti oleh reksrim," ungkap Samsul.

Editor: Odi Aria Saputra
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved