30 Tahun Sekolah tak Direhab, Siswa SD Negeri 155 Palembang Sering Diguyur Hujan Saat Belajar

cukup jauh dari pusat kota membuat SD Negeri 155 Palembang yang berlokasi di Kecamatan Gandus Kelurahan Pul

Penulis: Yuliani | Editor: Odi Aria Saputra
SRIPO/YULIANI
Siswa Tahun SDN 155 Gandus Palembang saat bermain di jam istirahat, Kamis (22/2/2018). 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Yuliani.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Cukup jauh dari pusat kota membuat SD Negeri 155 Palembang yang berlokasi di Kecamatan Gandus Kelurahan Pulao Kerto Air Hitam kian memprihatinkan.

Meskipun tampak dari luar bangunan masih terlihat utuh, namun kondisi tiga bangunan kelas di sekolah tersebut cukup parah dan tidk lagi kondusif untuk proses pembelajaran.

Saat Sripo menyambangi sekolah tersebut, Kamis (22/2/2018), kebetulan anak-anak yang memakai seragam batik merah sedang dalam jam beristirahat.

Tawa ceria mereka karena dapat jajan dan bermain begitu riang meskipun berlarian di koridor tanpa alas kaki.

Sejak dibangun tahun 1988, tiga lokal kelas SD Negeri 155 sudah mengalami kerusakan dimana-mana. Mirisnya sampai saat ini belum ada bantuan kelas baru untuk sekolah tersebut.

Hal ini diungkapkan, Kepala SD Negeri 155 Palembang Abu Bakar.

Ia mengatakan meski sudah beberapa tahun menjabat disini, namun pihaknya masih banyak PR yang harus diselesaikan.

Khusus SDN 155 Palembang sendiri berada di dua lokasi berbeda, pertama di Air Hitam lalu di Raider Gandus.

“Jumlah siswa yang ada di sekolahnya ini hanya berkisar 142 orang, dibandingkan sekolah lain sekolahnya ini memiliki jumlah murid terendah,” katanya.

Mengenai tiga kelas yang berada di lokasi Air Hitam jumlah siswa ada 34 siswa yang terbagai dari kelas 1 hingga kelas 6, masing-masing rombel diisi dari 5 sampai 7 anak yang terbagi 2 shift.

Menurutnya, kelas disana sudah tidak layak lagi untuk ditempati, mengingat bangunan kelas tersebut sudah hampir 30 tahun dan belum pernah dibangun baru, akan tetapi hanya diperbaiki atap dan lantainya saja pada tahun 2007.

“Bukannya malah membaik, sekolahnya pun mulai rusak dan bolong, terlebih lagi saat hujan datang atap sekolah dengan mudah masuk ke tiga kelas tersebut.

Jadi anak-anak yang sedang belajar diguyur hujan,” jelasnya.

sekolah sd
sekolah sd (SRIPO/YULIANI)
Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved