Truk Batu Bara Terperosok, Puluhan Pelajar di PALI tak Bisa Ikuti Pelajaran di Sekolah

Kalau kejadian ini dibiarkan, jalan kabupaten akan cepat rusak serta aktivitas warga terganggu.

Truk Batu Bara Terperosok, Puluhan Pelajar di PALI tak Bisa Ikuti Pelajaran di Sekolah
Tribunsumsel.com/Ariwibowo
Mobil truk batubara terperosok di Desa Purun Timur Kecamatan Penukal Kabupaten PALI, Rabu (21/2/2018). 

SRIPOKU.COM, PALI - Satu unit truk angkutan batu bara BG 8927 EF terperosok di ruas jalan Desa Purun Timur Kecamatan Penukal Kabupaten PALI, Rabu (21/2/2018).

Akibatnya truk tersebut mengalami rusak dan mengganggu aktivitas warga karena posisi truk berada di tengah jalan.

Praktis, kendaraan tak bisa melintas sehingga puluhan pelajar mengurungkan pergi ke sekolah karena kendaraan yang membawa mereka tak bisa melintasi jalan tersebut.

Tak hanya anak sekolah, aktivitas warga pun terganggu karena mobil tersebut melintang di tengah jalan.

"Mobil batu bara ini sepertinya ingin memotong jalan dari arah Desa Purun menuju jalan khusus batu bara, tapi malah mogok dan melintang di tengah jalan menghalangi kendaraan kami.

Seperti dilaporkan wartawan TribunSumsel.com, akibatnya kami terpaksa pulang kembali ke rumah dan tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah hari ini," kata Alam, satu di antara pelajar SMA Penukal asal Desa Purun Timur.

Kamri, salah satu warga setempat menyayangkan kejadian tersebut.

Akibat ulah sopir angkutan yang melalui jalan pintas membuat aktivitas warga terhambat.

"Kebanyakan yang melintas jalan itu adalah sopir asal setempat yang akan beristirahat di rumahnya karena kalau siang hari, angkutan batubara tidak boleh melintas, jadi sembari nunggu malam, para supir pulang terlebih dahulu.

Padahal, kalau bisa, kami dari masyarakat menyarankan kepada supir angkutan batubara untuk memarkirkan mobil yang sarat muatan di jalan khusus yang disediakan perusahaan," kata.

Terpisah, Kabid Pemberdayaan Satlimmas Satpol-PP Kabupaten PALI Zulkopli kebetulan melintas di jalan tersebut menginginkan pihak perusahaan untuk menindak para supir angkutan batubara yang melintas di luar jalur yang ditentukan.

"Kalau kejadian ini dibiarkan, jalan kabupaten akan cepat rusak serta aktivitas warga terganggu.

Padahal perusahaan telah menyediakan jalan khusus, tetapi akibat ulah supir yang ingin mudah menuju pelabuhan mengabaikan risikonya," jelas Zulkopli. (Ariwibowo)

Editor: Sudarwan
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved