Cabai dan Bawang Naik Drastis di Hari Raya Imlek

Kenaikan terjadi karena stok di pasar induk Jakabaring sedikit dan permintaan di hari raya Imlek sangat tinggi.

Penulis: Haris Widodo | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO
Aisyah, pedagang pasar 16 saat memilih cabai merah dan bawang putih untuk konsumen, Jum'at(16/2) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Perayaan Imlek telah jatuh pada hari ini, dan harga bahan pokok sangat berpengaruh di hari raya etnis Tionghoa tersebut. Bahkan harga cabai naik dua kali lipat dari hari biasanya.

Pantauan Sripo, Jumat (16/2) di beberapa pasar tradisional di Palembang tak banyak yang berjualan seperti di pasar Lemabang dan pasar Kuto.

Itu dikarenkan masyarakat keturunan Tionghoa sedang merayakan hari besarnya. Seminggu sebelum Imlek kebutuhan pokok seperti cabai, bawang putih dan telur sudah mengalami kenaikan harga.

Dari sebelumnya harga bawang putih per kilo Rp. 16.000 menjadi 30.000 rupiah.

Diikuti dangan harga kebutuhan lainnya seperti cabai rawit dari Rp 40.000 menjadi Rp 60.000 per kilo, cabai merah dari Rp 35.000 menjadi 48.000 per kilo, cababai burung Rp 35.500 menjadi Rp 60.000 per kilo.

Pedagang, Aisyah (38) mengatakan kenaikan terjadi karena stok di pasar induk Jakabaring sedikit dan permintaan di hari raya Imlek sangat tinggi, sehingga mempengaruhi harga di pasaran.

Menurutnya setelah imlek, biasanya harga cabai akan turun lagi.

Tidak hanya cabai dan bawang. Harga telurpun juga ikut naik menjelang hari raya Imlek. Pantauan dari empat pasar serperti pasar KM 5, Cinde, Soak Batok dan pasar Kebon Semai Sekip, naik sebesar 20.000 rupiah dari harga sebelumnya Rp 19.000 per kilo.  

Pedagang pasar Kebon Semai, Giman mengatakan kenaikan harga telur ini terjadi karena banyak etnis keturunan China membeli banyak telur.

Tujuannya untuk membuat makanan dan cemilan seperti kue, bolu, dan fuyung hai.

Aini salah seorang pembeli saat di temui di pasar 16 Ilir mengatakan cukup terkejut mendengar harga kebutuhan pokok saat Imlek naik. Untuk menyiasati itu, Aini meengurangi jumlah belanjaannya yang dibeli seperti biasanya ia beli cabai merah 1 kilo, diturunkan menjadi setengah kilo

“Ya mau Gimana lagi mas, sudah jadi kebutuhan sehari. Mau gak mau harus beli,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala bidang perdagangan dalam negeri ( Dinas Perdagang provinsi Sumsel) mengatakan harga komoditas naik itu sangat wajar karena pada kenyataannya permintaan tinggi sementara stok sedikit.

Dia mengaku mekanisme pasar seperti itu tidak dapat dicegah karena memang moment seperti ini permintaan meningkat. Namun setelah Imlek akan turun Normal kembali harganya. (Mg1)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved