Camat Kalidoni Bantu Pembuatan Sertifikat Tanah Warga dengan Program SMS

Setelah disetujui barulah tim BPN yang akan mengukur tanah masyarakat. Sehingga sertifikatpun dapat diterbitkan.

SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO
Salah satu warga menerima kembali uang PTSL yang diketahui adalah pungutan liar dari oknum kecamatan, Sabtu(10/2)d 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -Terlanjur basah-basahkan lagi adalah kalimat yang tepat menggambarkan niat baik Kepala kecamatan Kalidoni, Arie Wijaya dalam membantu penerbitan sertifikat tanah yang dimiliki oleh masyarakat wilayah Kecamatan Kalidoni.

“Pengajuan Penertipan PTSL/Prona tidak ada kuota lagi, jadi saya akan upayakan dengan program SMS (Swadaya Massal Masyarakat),” ujar pelopor pemanfaatan sampah 3R (Reuse, reduce, recyle), Arie Wijaya saat ditemui di Balai Kecamatan Kalidoni jalan Talang Gading Palembang, Sabtu (10/2).

Hal tersebut disampaikan, dalam ‘Sosialisasi Proses Sertifikasi Tanah Melalui Program SMS (Sertifikat massal Swadaya) dan PTSL Kecamatan Kalidoni Kota Palembang.

Mekanismenya, semua berkas masyarakat akan dikumpul, lalu baru akan diajukan ke BPN (Badan Pertanahan Nasional).

Setelah disetujui barulah tim BPN yang akan mengukur tanah masyarakat. Sehingga sertifikatpun dapat diterbitkan.

Arie menambahkan program SMS ini tidak ada batasan kuota, namun program ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.

Untuk pelaksanaanya kelurahan Kalidoni yang akan mengurusnya dan masalah biaya Arie Wijayapun belum tau pasti berapa besar jumlah yang harus dikeluarkan untuk penerbitan sertifikat tanah melalui program SMS.

“Tahun 2008 biayanya itu 1,6 juta, Dak tau sekarang berapo biayanyo. Tapi yang jelas saya tidak akan menyerah untuk melayani masyarakat,” terang Arie Wijaya.

Penulis: Haris Widodo
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved