KPU Pagaralam Khawatir Angka Golput Meningkat. Ini Penyebabnya

Ada perbedaan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) antara Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 lalu dengan Pemilihan Kepala Daerah

KPU Pagaralam Khawatir Angka Golput Meningkat. Ini Penyebabnya
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Ada perbedaan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) antara Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 lalu dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, dalam hal mengantisipasi angka golput dan meningkatkan partisipasi pemilih.

Dimana pada pemilu (Pileg dan Pilpres) 2009 lalu KPU terbantu dengan adanya relawan yang bertugas untuk melakukan sosialisasi, baik itu kepada pemilih pemula, lansia maupun pemilih Disabilitas (Penyandang Cacat).

Informasi Sripoku.com, Sabtu (10/2/2018), menghadapi pelaksanaan pilkada serentak Juni 2018 mendatang keberadaan relawan ini ditiadakan, sehingga dikhawatirkan angka golput akan meningkat dari berbagai indikasi.

Hal ini diungkapkan oleh Divisi Sosialisasi KPU Kota Pagaralam Irfan, kepada Sripoku.com, Sabtu (10/2/2018).

"Kalau pada pileg dan pilpres lalu ada sekitar 50 orang relawan yang kita rekrut untuk membantu sosialisasi, namun untuk pilkada tahun ini tidak ada petunjuk dari KPU RI," ujarnya.

Ia mengatakan, tidak adanya relawan ini jadi untuk sosilaisasi kepada pemilih pemula, Lansia serta Disabilitas KPU akan turun langsung untuk melakukan sosialisasi.

"Karena target KPU partisipasi pemilih pada pilkada tahun ini meningkat dari 80 persen partisipasi pemilih pileg dan pilpres menjadi 85 persen," katanya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved