Putus Sekolah dan Hidup Miskin Pria ini Selalu Dihina Warga Desa, Pria ini Bisa Sukses Saat Dewasa

Dia harus merawat ibunya yang kala itu sedang sakit-sakitan dan neneknya yang lumpuh dan hanya bias terbaring lemah ditempat tidur.

Kolase Sriwijaya Post/Net
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM -- Ada seorang petani yang hanya sempat mengecap pendidikan SMP selama dua tahun.

Keluarganya saat itu tidak mampu lagi membiayai sekolahnya.

Setelah putus sekolah, dia pun memutuskan membantu ayahnya menggarap sawah.

Saat dia berusia 19 tahun, ayahnya meninggal dunia dan beban keluarga pun berada di pundaknya.

Dia harus merawat ibunya yang kala itu sedang sakit-sakitan dan neneknya yang lumpuh dan hanya bias terbaring lemah ditempat tidur.

===

Selain menggarap sawah, dia juga pernah menggali sebidang lahan untuk dirubah menjadi kolam budidaya ikan.

Namun, pihak perangkat desa memberitahu kepadanya bahwa sawah hanya cocok tanaman, tidak cocok untuk budidaya ikan.

Dengan berat hati, akhirnya ia meratakan kolam tersebut.

Hal itu pun lambat laun menjadi lelucon penduduk desa.

Dimata orang lain, dia adalah orang yang ingin kaya tapi dianggap sangat bodoh.

(NET)

===

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved