Usai Minum Obat Ini, Bocah 10 Tahun di Sekayu Alami Luka seperti Terbakar di Sekujur Tubuh

Buah hati pasangan Supono dan Sawiyem ini harus merasakan penderitaan yang lebih lagi, manakala selaput lendir di matanya turut terinfeksi

Usai Minum Obat Ini, Bocah 10 Tahun di Sekayu Alami Luka seperti Terbakar di Sekujur Tubuh
SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Ngaerifin, warga Desa Mangsang Kecamatan Bayung, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), hanya bisa menahan rasa sakit dan tergolek di Ruang Manggaris 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Ngaerifin, warga Desa Mangsang Kecamatan Bayung, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), hanya bisa menahan rasa sakit dan tergolek di Ruang Manggaris 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu.

Bocah berumur sepuluh tahun ini mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter RSUD Sekayu karena menderita penyakit Syndrhomma Steven Jhonsen (SSJ) atau penyakit toksit yang timbul secara tiba-tiba.

Siwa kelasa 4 SD Negeri 1 Mangsang ini nampak sekali tidak berdaya manakala tubuh kecilnya dipenuhi luka seperti terbakar mencapai 95 persen, bahkan untuk berbicara saja ia tidak bisa.

Buah hati pasangan Supono dan Sawiyem ini harus merasakan penderitaan yang lebih lagi, manakala selaput lendir di matanya turut terinfeksi bahkan bisa menimbulkan kebutaan.

Pantauan Sripoku.com di Ruang Manggaris 3 RSUD Sekayu, Ngaerifin yang hanya bisa menangis saat tim dokter yang menanganinya mengganti perban yang telah diberikan cairan khusus agar kulit Ngaerifin tidak terinfeksi.

Pada saat perban-perban tersebut diganti, tangis Ngaerifin pecah sejadi-jadiya.

Orang tuanya, Supono dan perawat mencoba menenangkannya.

Penyakit yang dialami oleh Ngaerifin ini telah terjadi sejak pertengahan Januari 2018 silam.

Supono, orang tua Ngaerifin, mengungkapkan awal mula penyakit yang dialami anaknya.

Saat itu anaknya mengalami panas sehingga dibelikannya obat paracetamol di warung.

Awalnya tidak ada reaksi apa-apa.

Setelah satu hari berselang mulai muncul gejala merah-merah seperti terbakar.

“Saya membawanya ke Puskemas terdekat untuk mendapatkan perawatan kemudian di rujuk di RSUD Sekayu. Seminggu di sana dibolehkan pulang dari RSUD Sekayu, namun beberapa hari kemudian kondisinya semakin parah seperti ini,” ungkap Supono.

Melihat kondisi anaknya seperti ini, Supono menyerahkan sepenuhnya perawatan terhadap anaknya kepada pihak rumah sakit karena bingung mau bagaimana lagi.

Halaman
12
Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved