Sehat di Tahun 2018

Resolusi Menuju Sehat di Tahun 2018

Di akhir tahun lalu, sebagian besar dari kita disibukkan dengan penyelesaian laporan tahunan dan sebagian lagi menghabiskan waktunya dengan liburan

Editor: Salman Rasyidin
Resolusi Menuju Sehat di Tahun 2018
IST
Khusnul Khotimah, SKM.,M.KM.

Resolusi Menuju Sehat di Tahun 2018

Khusnul Khotimah, SKM.,M.KM.
Penyuluh Kesehatan Masyarakat Ahli Muda/ Sekretaris Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan
Masyarakat Indonesia (PPPKMI) Cabang Provinsi Sumatera Selatan

Di akhir tahun lalu, sebagian besar dari kita disibukkan dengan tenggat waktu penyelesaian laporan tahunan dan sebagian lagi sedang menghabiskan waktunya dengan liburan menyenangkan dan perayaan natal dan tahun baru.

Pun para ibu rumah tangga bersuka cita dan menyibukkan dirinya dengan mencoba dan menambah menu baru un-
tuk sajian putra-putrinya yang tengah menikmati liburan sekolah.

Dengan bermacam rutinitas di sepanjang tahun yang telah dilalui, coba kita tengok kembali kebelakang.

Seberapa sering mengalami gangguan tidur, merasa cepat lelah, kurang bersemangat dan gangguan mood?. Bagaimana status kesehatan kita?

Berapa kali dalam setahun menimbang berat badan, mengukur tekanan darah, mengecek kadar gula maupun kolesterol dalam darah?. Jangan-jangan mayoritas dari kita mengabaikan semua itu.

Di era modern saat ini, telah merubah gaya hidup sebagian besar penduduk bumi.

Teknologi canggih, kemudahan akses komunikasi dan transportasi disinyalir telah menjadi penyebab utamanya.

Para pekerja kantoran di perkotaan dipastikan menghabiskan sebagian besar waktu kerjanya di depan komputer dan gadget, memilih menggunakan lift daripada tangga, memilih menggunakan telepon atau pesan teks daripada mendatangi langsung rekan kerja untuk mendiskusikan pekerjaan.

Menu makan siang memilih makanan siap saji atau menunggu jasa antar makanan di meja kerja daripada membawa bekal sehat dari rumah.

Rutinitas berangkat dan pulang kerja terjebak kemacetan parah yang memicu lelah dan stress.

Sesampainya di rumah sisa waktu dihabiskan untuk menonton beragam saluran televisi atau masyuk dengan telepon genggam. Paparan asap rokok masih ditemukan di beberapa tempat.

Gaya hidup ibu rumah tangga pun tak kalah sibuknya, mengurus rumah dan antar jemput buah hati telah menyita waktu selain televisi dan telepon pintar.

Ditambah lagi peran ibu sebagai wanita karir.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved