Jalani Sering Rusak Akibat Galian, Pemkot Palembang Bakal Terapkan Metode Ini untuk Kontraktor

Untuk meminimalisasi kotornya jalan akibat penggalian utilitas, Pemerintah Kota Palembang aka

SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Galian di sepanjang Jalan Demang Lebar Daun Palembang dinyatakan ilegal oleh pihak BBPJN V karena tak memiliki izin, Senin (27/11/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Untuk meminimalisasi kotornya jalan akibat penggalian utilitas, Pemerintah Kota Palembang akan mengubah sistem penggalian tradisional menjadi lebih modern.

Untuk itu, pihaknya akan menerapkan sistem "clean contruction", dengan prinsip gali, pasang, timbun, dikembalikan lagi seperti keadaan semula.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, A Bastari Yusak, usai rapat paripurna di DPRD Kota Palembang mengatakan, selama ini banyak masyarakat yang mengeluhkan kotornya jalan akibat galian.

Dengan sistem ini, para kontraktor yang melakukan galian hanya boleh menggali sesuai dengan kemampuan pemasangan.

"Selama ini penggalian yang dilakukan tidak sesuai dengan kebutuhan, sehingga banyak lubang bekas galian yang terbengkalai.

Dan ini membuat tata kota menjadi tidak enak dipandang dan pastinya kotor.

Untuk menjalankan ini sebelum melakukan pekerjaannya, pihak kontraktor harus melakukan paparan dulu dan pengerjaannya pun akan diawasi," ujarnya.

Baca: 12 Partai Politik Sumsel Dinyatakan MS, 13 Februari Berkas Diserahkan ke KPU RI

Baca: Jalan Desa Gedung Buruk Muaraenim Longsor, Rumah Warga dan Fasilitas Umum Sampai Begini

Bastari mengatakan penggalian yang dilakukan secara trasional ini membuat jalanan kotor dan munculnya lubang-lubang yang tidak terpakai.

Halaman
12
Penulis: Siti Olisa
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved