Mengerikan Kepercayaan Tiga Negara Tentang Gerhana Bulan Dari Naga Hingga Air Beracun

Menurut kepercayaan suku Indian, yang membuat gerhana bulan darah adalah seekor naga.

Mengerikan Kepercayaan  Tiga Negara Tentang Gerhana Bulan  Dari Naga Hingga Air Beracun
BMKG
Gerhana Bulan 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - - Mengisi waktu terjadi Gerhana Bulan di sebagian wilayah Indonesia warga tumpah ruah memenuhi masjid masjid untuk memaksakan solat gerhana,  Kamis (1/2/2018)

Tak terkecuali masjid yang ada di Palembang, masyarakatnya juga berbondong bandong datang ke masjid.

Bahkan sejak solat magrib mulai dilaksanakan, warga sudah memenuhi saf untuk menunaikan solat.

Namun ternyata bukan di Indonesia saja memiliki kepercayaan mengenai fenomena tersebut.

Setidaknya ada beberapa negara yang mempercayai fenomena ratusan tahun tersebut.

Berikut kami rangkumkan beberapa negara yang mempercayai mengenai gerhana bulan. 

Momen Gerhana Bulan Diabadikan dari Atas Pesawat ketinggian 8.000 meter di kawasan Palembang,  Rabu (31/1/2018)
Momen Gerhana Bulan Diabadikan dari Atas Pesawat ketinggian 8.000 meter di kawasan Palembang, Rabu (31/1/2018) (SRIPOKU.COM /Sutrisman)

Suku Indian

Menurut kepercayaan suku Indian, yang membuat gerhana bulan darah adalah seekor naga.

Demikian akhirnya, mereka lalu menyembah sang naga dengan
berendam sampai sebatas leher.

GERHANA BULAN : Tampak beberapa warga di Pagaralam sengaja berkumpul untuk menyaksikan Gerhana Bulan total atau sering disebut Super Blue Blood Moon, Rabu (31/1/2018).
GERHANA BULAN : Tampak beberapa warga di Pagaralam sengaja berkumpul untuk menyaksikan Gerhana Bulan total atau sering disebut Super Blue Blood Moon, Rabu (31/1/2018). (SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN)

China

Di China, orang percaya bahwa seekor naga langit membanjiri sungai dengan darah lalu menelannya.

Sampai abad ke 19, orang China biasa membuktikan petasan untuk menakut-nakuti sang naga.

gerhana bulan
gerhana bulan (IST)

Jepang

Di Jepang, orang percaya bahwa waktu gerhana ada racun yang disebarkan ke bumi.

Dan untuk menghindari air di bumi terkontaminasi racun, mereka

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved