Tak Tenang Hidup Berpindah-pindah, Serang Speedboat Awet Muda Serahkan Diri

"Aku merasa bersalah dan selama ini berpindah-pindah. Waktu kejadian itu, aku berenang sampai ke simpang PU," ujar Adi.

Tak Tenang Hidup Berpindah-pindah, Serang Speedboat Awet Muda Serahkan Diri
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Adi Hartono (27), serang speedboat Awet Muda yang menyerahkan diri ke Ditpolair Polda Sumsel Jalan Mayor Zen Kecamatan Kalidoni Palembang, Jumat (26/1). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tiap hari pasca dari kejadian dihantui perasaan bersalah, Adi Hartono (27), serang speedboat Awet Muda, akhirnya menyerahkan diri ke Ditpolair Polda Sumsel Jalan Mayor Zen Kecamatan Kalidoni Palembang, Jumat (26/1).

Adi menyerahkan diri didampingi Kuasa Hukum Rusli SH. Selama tiga minggu dalam pelariannya, Adi hidup berpindah-pindah.

"Aku merasa bersalah dan selama ini berpindah-pindah. Waktu kejadian itu, aku berenang sampai ke simpang PU," ujar Adi yang mengaku merasa bersalah.

Selama pelariannya pasca kecelakaan yang menyebabkan 13 penumpang meninggal dunia, Adi hidup berpindah-pindah. Adi pergi lagi ke rumah bibik di Keramasan Kertapati Palembang lalu pindah ke Desa Rantau Alay tempat pamannya.

"Aku merasa bersalah dan menyerahkan diri. Waktu kejadian itu, speedboat dihantam gelombang. Aku bawa speedboat tidak ngebut dan cuaca tidak buruk," ujar Adi.

Ditpolair Polda Sumsel Kombes Pol Robinson Siregar mengatakan, tersangka datang untuk menyerahkan diri dan saat ini pihaknya masih melakukan proses penyelidikan terkait kecelakaan tersebut.

"Akibat ulahnya dikenakan pasal 359 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara, " ujarnya.

Mengenai kelalaian yang dilakukan tersangka masih dalam penyelidikan dan hal tersebut juga diserahkan ke pihak KNKT.

"Tersangka juga mengaku bahwa saat kejadian sebagian pelampung ketinggalan," katanya.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka Rusli SH mengatakan, untuk saat ini pihaknya mengikuti proses hukum yang berlaku.

Dan korban juga sudah ada yang kita berikan santunan kepada ahli warisan dan juga sudah melakukan pendekatan terhadap keluarga korban dan nanti juga akan melakukan pendekatan kepada jaksa .

"Tersangka memang kita suruh untuk menyerahkan diri agar lebih baik. Dan selama tiga minggu ini terasa  hidup berpindah-pindah," pungkasnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved