Waspada ! Marak Akun Fiktif Antrean Paspor Online

Maraknya akun fiktif pada aplikasi antrean paspor online membuat kantor imigrasi kelas satu mengambil a

Waspada ! Marak Akun Fiktif Antrean Paspor Online
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Sejumlah warga yang menjadi pemohon pembuatan paspor yang antri menunggu panggilan di ruang pelayanan paspor Kantor Imigrasi Klas IA Palembang Jalan Pangeran Ratu Jakabaring, Kamis (2/3/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Maraknya akun fiktif pada aplikasi antrean paspor online membuat kantor imigrasi kelas satu mengambil ancang-ancang dengan melakukan pemetaan terhadap sistem yang ada sekarang, sehingga dapat menghindari akun palsu tersebut.

Pihak imigrasi kelas I Palembang sudah bekerja sama dengan bareskrim untuk menindak lanjuti apabila ada yang melanggar aturan akun fiktif tersebut. Karena sudah menghambat proses administrasi negara.

Kemas Hamzah, Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Sumsel mengatakan saat ini pihaknya sedang berusaha untuk melakukan pengecekan apakah ada yang bobol dari sistem kantor imigrasi I Palembang.

"Kita akan memperkuat sistem dan bekerjasama dengan pihak polisi untuk mengecek dan memproses secara hukum,"jelasnya, Rabu (24/1/2018).

Saat ditanyai mengenai penambahan kuota paspor ia menjelaskan, pihaknya sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk melakukan penambahan kuota paspor, seperti yang telah dilakukan dengan membuat paspor di mall atapun menambah hari kerja dihari sabtu.

"Demi meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat kita harus bekerja secara ekstra agar semua lapisan puas dengan pelayanan kita,"jelasnya.

Disisi lain untuk permasalahan penambahan kuota dengan teknologi yang ada dikantor imigarsi kelas I Palembang.

Ia menambahkan bahwa teknologi yang dipakai sudah tertinggal oleh zaman dan belum ada peremajaan alat sehingga membuat keterbatasan dalam kuota yang disediakan.

"Kan per hari 100 kuota yang kita sediakan, bukannya tidak mau menambah kuota lebih banyak tapi teknologi yang ada dikantor masih jadul,"ungkapnya.

Secara keseluruhan alat teknologi yang ada dikantor imigrasi kelas I Palembang sudah lama tidak diganti, 11 tahun sudah teknologi yang dipakai belum dilakukan peremajaan sama sekali.

"Sudah 11 tahun belum peremajaan, rencananya tahun 2018 ini kita akan minta kepusat untuk pembaharuan alat," jelasnya.

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved